Sitasi menjadi salah satu aspek yang penting dalam sebuah jurnal, karena sitasi merupakan penAnda bahwa kalimat yang ada disana adalah hasil kutipan dari seseorang. Apabila Anda tidak memasukkan sitasi dalam jurnal Anda, maka jurnal yang Anda tulis tadi akan dianggap plagiat. Oleh karena itu, sangat penting untuk menuliskan sitasi pada jurnal yang Anda tulis.
Namun, penulisan dari sitasi tersebut tidak bisa asal ditulis saja. Untuk menuliskan sitasi, maka Anda harus mengikuti gaya sitasi yang ada. Apa saja sih gaya penulisan sitasi yang banyak digunakan dalam jurnal? Artikel kali ini akan membahas tentang macam-macam gaya sitasi yang banyak digunakan dalam penulisan jurnal.
3 Gaya Penulisan Sitasi yang Digunakan dalam Jurnal
Banyak penerbit jurnal yang menentukan gaya penulisan sitasi yang harus digunakan pada jurnal, sehingga gaya yang digunakan cenderung tidak berubah. Berikut adalah 3 gaya penulisan sitasi yang banyak digunakan dalam penulisan jurnal.
American Psychological Association (APA)
Gaya sitasi pertama yang paling banyak digunakan dalam jurnal adalah gaya American Psychological Association atau yang biasa disebut dengan APA. Gaya penulisan sitasi dengan model APA ini dahulu memang dikhususkan untuk orang-orang yang bergelut di bidang psikologi. Namun, seiring berjalannya waktu gaya penulisan ini bisa digunakan untuk macam-macam bidang studi.
Untuk penulisan sitasi dengan gaya APA ini, hal-hal yang perlu ditulis adalah nama penulis dan juga tahun karya ilmiah tersebut diterbitkan. Nama yang ditulis dalam sitasi adalah nama belakang atau nama keluarga, lalu dipisahkan dengan koma dan diikuti dengan tahun terbit. Nama dan tahun karya itu terbit ditulis di dalam tAnda kurung dan diletakkan setelah kalimat yang dikutip. Apabila nama penulis lebih dari satu, Anda hanya perlu menambahkan et.al dibelakang nama penulis.
Modern Language Association (MLA)
Gaya sitasi selanjutnya yang akan dibahas kali ini adalah Modern Language Association atau yang biasa disebut dengan MLA. MLA ini juga banyak digunakan dalam penulisan sitasi dalam jurnal. Seperti namanya, MLA pada awalnya hanya digunakan oleh orang-orang yang mempelajari bahasa, namun sekarang gaya penulisan ini juga digunakan pada beberapa jurusan lain.
Penulisan sitasi dengan gaya MLA lebih sederhana daripada gaya APA. Untuk mencantumkan sitasi, Anda hanya perlu menuliskan nama belakang dari penulis dan juga nomor halaman yang memuat pernyataan tersebut. Nama tidak perlu ditulis dalam kurung dan hanya nomor halaman saja yang ditulis dalam kurung.
Institute of Electrical dan Electronic Engineering (IEEE)
Gaya sitasi terakhir yang akan dibahas dalam artikel ini adalah Institute of Electrical dan Electronic Engineering atau yang biasa disebut dengan IEEE. Gaya sitasi IEEE ini dibuat khusus untuk orang-orang yang belajar di bidang teknik. Oleh karena itu, gaya sitasi ini biasa digunakan untuk makalah ataupun jurnal yang memiliki topik seputar teknik.
Untuk penulisan sitasi dengan gaya ini, Anda hanya perlu menuliskan nomor pada akhir kalimat. Nomor-nomor tersebut harus berurutan, dan nomor-nomor tersebut harus sesuai dengan urutan penulisan referensi di daftar Pustaka.
Berikut adalah tiga gaya penulisan sitasi yang banyak digunakan dalam penulisan jurnal. Apabila Anda mengalami kesulitan dalam proses penulisan jurnal, Anda bisa langsung menghubungi tim Ruang Jurnal. Tim dari Ruang Jurnal siap mendampingi dan juga membantu Anda dalam proses penulisan jurnal. Tidak hanya itu, tim Ruang Jurnal juga bisa membantu Anda untuk menerbitkan jurnal tersebut.










