Dalam penelitian skripsi, variabel menjadi salah satu bagian penting. Variabel membantu peneliti menentukan hal yang ingin dikaji. Selain itu, variabel juga membantu menjelaskan hubungan antarbagian dalam penelitian.
Istilah variabel independen dan variabel dependen sering digunakan dalam penelitian kuantitatif. Namun, banyak mahasiswa masih bingung ketika harus menentukan variabel yang tepat. Kesulitan juga dapat muncul saat menyusun hubungan antarvariabel menjadi sebuah model penelitian.
Model penelitian tidak cukup dibuat dengan menghubungkan beberapa variabel menggunakan tanda panah. Setiap hubungan harus memiliki alasan yang jelas. Oleh karena itu, peneliti perlu menggunakan teori dan penelitian terdahulu sebagai dasar.
Model yang disusun dengan baik dapat membantu penelitian berjalan lebih terarah. Model tersebut juga dapat menjadi dasar dalam membuat hipotesis. Selanjutnya, hipotesis dapat membantu menentukan metode analisis data yang sesuai.

Apa yang Dimaksud dengan Variabel dalam Skripsi?
Variabel adalah karakteristik atau atribut yang nilainya dapat berbeda. Dalam penelitian kuantitatif, variabel biasanya diukur menggunakan indikator tertentu. Hasil pengukuran tersebut kemudian dapat diolah menjadi data penelitian.
Sebagai contoh, penelitian tentang kepuasan mahasiswa dapat menggunakan kualitas pelayanan sebagai variabel. Kualitas pelayanan tentu tidak cukup hanya disebutkan sebagai sebuah konsep. Peneliti perlu menentukan indikator yang dapat digunakan untuk mengukurnya.
Variabel juga tidak selalu berupa angka secara langsung. Motivasi, kepuasan, loyalitas, persepsi, dan kualitas pelayanan merupakan contoh konsep yang dapat dijadikan variabel. Syaratnya, konsep tersebut dapat didefinisikan dan diukur dengan cara yang jelas.
Karena itu, pemilihan variabel perlu dilakukan dengan hati-hati. Variabel harus sesuai dengan topik dan masalah penelitian. Selain itu, variabel juga perlu memiliki dasar teori dan dapat diukur menggunakan data yang tersedia.
Baca Juga: 100+ Jurnal Terindeks Scopus Gratis Bidang Ilmu Lingkungan
Jenis Variabel yang Umum Digunakan
Dalam penelitian kuantitatif, terdapat beberapa jenis variabel. Setiap jenis memiliki fungsi yang berbeda. Pemahaman ini penting sebelum peneliti menyusun model penelitian.
| Jenis Variabel | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| Variabel independen (X) | Faktor yang diduga berkaitan atau berpengaruh terhadap variabel lain | Kualitas pelayanan |
| Variabel dependen (Y) | Variabel yang menjadi hasil atau fokus penelitian | Kepuasan pelanggan |
| Variabel mediasi (Z) | Menjelaskan proses hubungan X terhadap Y | Kepercayaan |
| Variabel moderasi | Mengubah kekuatan atau arah hubungan antarvariabel | Pengalaman |
| Variabel kontrol | Dikendalikan agar hubungan utama dapat dianalisis | Masa kerja |
Tidak semua penelitian harus menggunakan seluruh jenis variabel tersebut. Skripsi dengan model sederhana dapat menggunakan satu variabel independen dan satu variabel dependen.
Sebaliknya, penelitian yang lebih kompleks dapat menggunakan variabel mediasi atau moderasi. Penggunaan variabel tambahan harus tetap memiliki dasar teori yang kuat. Jangan menambahkan variabel hanya agar model terlihat lebih kompleks.
Variabel Independen dan Variabel Dependen
Variabel independen sering disebut variabel bebas. Variabel ini digunakan untuk menjelaskan faktor yang diduga memiliki hubungan dengan variabel lain. Dalam model penelitian, variabel independen biasanya diberi simbol X.
Sementara itu, variabel dependen disebut variabel terikat. Variabel ini menjadi hasil atau kondisi yang ingin dijelaskan. Simbol yang sering digunakan untuk variabel dependen adalah Y.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa ingin meneliti pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan mahasiswa. Dalam penelitian tersebut, kualitas pelayanan menjadi variabel independen. Kemudian, kepuasan mahasiswa menjadi variabel dependen.
Namun, posisi X dan Y tidak boleh ditentukan secara asal. Peneliti perlu melihat teori yang digunakan. Arah hubungan juga harus sesuai dengan tujuan penelitian.
Apa yang Dimaksud dengan Pengaruh Antarvariabel?
Pengaruh antarvariabel menunjukkan adanya dugaan hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Dalam penelitian kuantitatif, hubungan tersebut dapat diuji menggunakan metode statistik tertentu.
Misalnya, peneliti ingin mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan. Peneliti memiliki dasar teori yang menunjukkan adanya hubungan antara kedua konsep tersebut.
Selanjutnya, data dikumpulkan untuk menguji dugaan tersebut. Hasil analisis kemudian digunakan untuk melihat apakah terdapat bukti statistik yang mendukung hubungan dalam model.
Namun, istilah “pengaruh” perlu digunakan dengan hati-hati. Hasil uji statistik tidak selalu membuktikan hubungan sebab-akibat secara mutlak. Kesimpulan juga perlu mempertimbangkan desain penelitian, teori, kualitas data, dan faktor lain yang mungkin berperan.
Cara Menentukan Variabel untuk Skripsi
Menentukan variabel sebaiknya dimulai dari masalah penelitian. Jangan langsung mencari banyak variabel sebelum memahami masalah yang ingin dijawab. Langkah tersebut dapat membuat model penelitian menjadi terlalu luas.
Pertama, tentukan fenomena yang ingin diteliti. Setelah itu, rumuskan pertanyaan penelitian yang lebih spesifik. Dari pertanyaan tersebut, peneliti dapat menemukan konsep yang berkaitan.
Selanjutnya, cari teori yang dapat menjelaskan konsep tersebut. Teori membantu peneliti menentukan variabel yang relevan. Penelitian terdahulu juga dapat digunakan untuk memperkuat pilihan tersebut.
Sebelum menetapkan variabel, lakukan pemeriksaan sederhana berikut:
- Apakah variabel berkaitan dengan masalah penelitian?
- Apakah variabel memiliki dasar teori?
- Apakah hubungan antarvariabel dapat dijelaskan?
- Apakah variabel dapat diukur?
- Apakah data dapat diperoleh?
- Apakah jumlah variabel sesuai dengan kemampuan penelitian?
Pertanyaan tersebut dapat membantu mempersempit pilihan. Setelah variabel ditentukan, peneliti dapat melanjutkan ke tahap definisi operasional. Selanjutnya, indikator setiap variabel dapat ditentukan berdasarkan sumber yang relevan.
Apa Itu Model Penelitian?
Model penelitian adalah gambaran mengenai hubungan antarvariabel. Model ini biasanya dibuat dalam bentuk diagram atau kerangka konseptual. Dengan model tersebut, pembaca dapat melihat arah hubungan yang ingin diuji.
Model penelitian juga membantu peneliti menjaga fokus penelitian. Setiap variabel yang dimasukkan harus memiliki fungsi. Begitu pula dengan setiap tanda panah yang digunakan.
Model sederhana dapat terdiri atas satu variabel independen dan satu variabel dependen. Namun, model juga dapat memiliki beberapa variabel independen. Pada penelitian tertentu, variabel mediasi atau moderasi juga dapat digunakan.
Sebagai contoh, penelitian tentang kepuasan pelanggan dapat menggunakan kualitas pelayanan dan harga sebagai variabel independen. Kemudian, kepuasan pelanggan menjadi variabel dependen.
Model tersebut dapat dituliskan sebagai berikut:
Kualitas Pelayanan (X1) → Kepuasan Pelanggan (Y)
Harga (X2) → Kepuasan Pelanggan (Y)
Dari model tersebut, peneliti dapat menyusun hipotesis. Selanjutnya, hubungan tersebut dapat diuji menggunakan teknik analisis yang sesuai.
Cara Menyusun Model Penelitian
Penyusunan model penelitian sebaiknya dilakukan secara bertahap. Langkah pertama adalah menentukan masalah utama. Setelah itu, tentukan variabel yang berkaitan dengan masalah tersebut.
Berikutnya, cari teori yang dapat menjelaskan hubungan antarvariabel. Teori menjadi dasar agar model tidak hanya dibuat berdasarkan dugaan pribadi.
Kemudian, periksa penelitian terdahulu. Tujuannya bukan untuk menyalin model penelitian lain. Sebaliknya, penelitian terdahulu digunakan untuk melihat hubungan yang sudah pernah dikaji.
Setelah itu, susun diagram penelitian. Gunakan tanda panah yang sederhana dan mudah dipahami. Pastikan arah panah sesuai dengan hubungan yang akan diuji.
Terakhir, hubungkan model dengan hipotesis. Setiap hubungan dalam model sebaiknya memiliki hipotesis jika penelitian memang menggunakan hipotesis. Dengan demikian, alur penelitian menjadi lebih konsisten.
Contoh Model Penelitian dalam Skripsi
Sebagai contoh, seorang mahasiswa ingin meneliti “Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Harga terhadap Kepuasan Pelanggan”. Dari judul tersebut, terdapat tiga variabel utama.
Kualitas pelayanan menjadi X1. Harga menjadi X2. Sementara itu, kepuasan pelanggan menjadi Y.
Model penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:
Kualitas Pelayanan (X1) → Kepuasan Pelanggan (Y)
Harga (X2) → Kepuasan Pelanggan (Y)
Model tersebut menunjukkan dua hubungan yang dapat diuji. Pertama, peneliti dapat menguji hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pelanggan. Kedua, peneliti dapat menguji hubungan harga dengan kepuasan pelanggan.
Jika kedua variabel independen dianalisis secara bersamaan, peneliti dapat menggunakan regresi linear berganda apabila karakteristik data memenuhi persyaratan metode tersebut. Dengan cara ini, hubungan masing-masing variabel dapat dianalisis dalam satu model.
Model Penelitian dengan Variabel Mediasi
Model penelitian dapat menjadi lebih kompleks jika terdapat variabel mediasi. Variabel mediasi digunakan untuk menjelaskan proses yang menghubungkan variabel independen dengan variabel dependen.
Sebagai contoh, kualitas pelayanan diduga berkaitan dengan kepercayaan pelanggan. Selanjutnya, kepercayaan pelanggan berkaitan dengan loyalitas pelanggan.
Model tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Kualitas Pelayanan (X) → Kepercayaan (Z) → Loyalitas Pelanggan (Y)
Dengan model tersebut, peneliti tidak hanya melihat hubungan langsung. Peneliti juga dapat melihat apakah kepercayaan menjadi salah satu mekanisme yang menjelaskan hubungan tersebut.
Namun, penggunaan variabel mediasi membutuhkan dasar teori yang jelas. Teknik analisisnya juga perlu disesuaikan dengan model yang digunakan. Oleh karena itu, variabel mediasi sebaiknya tidak ditambahkan hanya karena terlihat menarik.
Model Penelitian dengan Variabel Moderasi
Selain mediasi, terdapat pula variabel moderasi. Variabel ini digunakan untuk mengetahui apakah suatu kondisi dapat mengubah kekuatan atau arah hubungan antarvariabel.
Sebagai ilustrasi, peneliti ingin mengetahui hubungan antara pengalaman kerja dan kinerja karyawan. Peneliti kemudian menduga bahwa hubungan tersebut dapat berbeda berdasarkan tingkat pelatihan.
Dalam kondisi tersebut, pelatihan dapat dipertimbangkan sebagai variabel moderasi. Namun, dugaan tersebut harus didukung oleh teori dan penelitian terdahulu.
Model moderasi biasanya membutuhkan analisis yang lebih kompleks. Oleh karena itu, peneliti perlu memahami cara menguji interaksi antarvariabel. Jika model sederhana sudah dapat menjawab masalah penelitian, variabel moderasi tidak perlu ditambahkan.
Hubungan Model Penelitian dengan Hipotesis
Model penelitian dan hipotesis memiliki hubungan yang erat. Model menunjukkan hubungan antarvariabel. Sementara itu, hipotesis menyatakan dugaan yang akan diuji.
Misalnya, model menunjukkan hubungan dari X1 menuju Y. Berdasarkan hubungan tersebut, peneliti dapat menyusun hipotesis mengenai hubungan X1 dengan Y.
Jika terdapat X1 dan X2 yang menuju Y, peneliti dapat menyusun hipotesis untuk masing-masing hubungan. Selain itu, hubungan beberapa variabel juga dapat dianalisis secara bersama-sama sesuai dengan metode yang dipilih.
Hipotesis sebaiknya tidak dibuat berdasarkan perkiraan pribadi. Dasarnya perlu berasal dari teori dan penelitian terdahulu. Dengan demikian, hipotesis memiliki alasan akademik yang lebih kuat.

Hubungan Model Penelitian dengan Analisis Data
Model penelitian juga berkaitan dengan pemilihan teknik analisis data. Jumlah variabel dan jenis hubungan menjadi salah satu pertimbangannya.
Model dengan satu X dan satu Y dapat menggunakan regresi linear sederhana jika memenuhi persyaratan. Selanjutnya, model dengan beberapa variabel independen dapat menggunakan regresi linear berganda.
Model mediasi membutuhkan analisis mediasi. Sementara itu, model moderasi membutuhkan analisis yang dapat menguji efek interaksi.
| Model Penelitian | Contoh Hubungan | Teknik yang Dapat Dipertimbangkan |
|---|---|---|
| Satu X dan satu Y | X → Y | Regresi linear sederhana |
| Beberapa X dan satu Y | X1, X2 → Y | Regresi linear berganda |
| Mediasi | X → Z → Y | Analisis mediasi |
| Moderasi | X × Z → Y | Analisis moderasi |
| Hubungan yang kompleks | Banyak X, Z, dan Y | SEM atau metode lain yang sesuai |
Tabel tersebut hanya memberikan gambaran umum. Pemilihan teknik analisis tetap harus disesuaikan dengan data. Selain itu, peneliti perlu memperhatikan skala pengukuran, desain penelitian, ukuran sampel, dan asumsi statistik.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menyusun Model
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengambil model penelitian dari skripsi orang lain tanpa menyesuaikannya. Model tersebut belum tentu cocok dengan masalah penelitian yang sedang dikaji.
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan terlalu banyak variabel. Jumlah variabel yang banyak tidak otomatis membuat penelitian lebih kuat. Bahkan, model yang terlalu luas dapat menyulitkan proses pengumpulan data dan pembahasan.
Selain itu, mahasiswa terkadang membuat tanda panah tanpa dasar teori. Setiap hubungan harus memiliki alasan yang dapat dijelaskan. Jika tidak, model penelitian akan terlihat seperti kumpulan variabel yang tidak saling terhubung.
Kesalahan lainnya adalah mencampur posisi variabel. Variabel independen, dependen, mediasi, dan moderasi memiliki fungsi berbeda. Karena itu, peneliti perlu memahami fungsi masing-masing sebelum membuat model.
Terakhir, model penelitian terkadang tidak sesuai dengan metode analisis. Kondisi ini dapat membuat proses pengolahan data menjadi lebih sulit. Oleh sebab itu, model dan metode analisis perlu diperiksa sejak awal.
Tips Menyusun Model Penelitian agar Lebih Terarah
Mulailah dengan satu masalah utama. Setelah itu, tentukan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab. Cara ini membantu peneliti menghindari pembahasan yang terlalu luas.
Selanjutnya, buat daftar konsep yang berkaitan dengan masalah tersebut. Pilih konsep yang benar-benar relevan. Kemudian, cari teori yang dapat menjelaskan hubungan antar konsep.
Peneliti juga dapat membuat tabel pemetaan variabel. Isi tabel tersebut dapat berupa nama variabel, simbol, definisi, indikator, sumber teori, dan hubungan yang akan diuji.
Setelah itu, buat diagram model penelitian. Gunakan bentuk yang sederhana. Pastikan semua variabel dalam diagram sudah dijelaskan pada bagian landasan teori.
Sebelum model digunakan, lakukan pemeriksaan akhir. Pastikan setiap variabel memiliki dasar teori. Pastikan pula setiap hubungan dapat diuji dengan data yang tersedia.
Rekomendasi Penerapan dalam Skripsi
Dalam skripsi, model penelitian sebaiknya menjadi penghubung antara landasan teori dan metode penelitian. Peneliti dapat menjelaskan setiap variabel terlebih dahulu. Setelah itu, hubungan antarvariabel dapat dijelaskan berdasarkan teori dan penelitian terdahulu.
Selanjutnya, model penelitian dapat ditampilkan dalam bentuk diagram. Diagram sebaiknya dibuat sederhana dan mudah dibaca. Gunakan nama variabel yang konsisten dengan bagian lain dalam skripsi.
Model juga harus sesuai dengan hipotesis. Jika terdapat perubahan variabel, peneliti perlu menyesuaikan bagian lain yang terkait. Hal ini penting agar proposal dan laporan akhir tidak memiliki perbedaan yang membingungkan.
Pada tahap analisis data, model penelitian menjadi salah satu dasar pemilihan metode. Karena itu, peneliti perlu memastikan bahwa model sudah realistis sebelum mengumpulkan data. Langkah ini dapat menghemat waktu dan mengurangi perubahan besar di tengah penelitian.
Baca Juga: Pengaruh Variabel Tesis dan Cara Menghubungkannya dengan Hipotesis Penelitian
Kesimpulan
Pengaruh variabel dalam skripsi perlu dipahami berdasarkan masalah penelitian, teori, dan data. Variabel independen digunakan untuk menjelaskan faktor yang diduga berkaitan dengan variabel lain. Sementara itu, variabel dependen menjadi hasil atau fokus yang ingin dijelaskan.
Model penelitian membantu menggambarkan hubungan tersebut secara lebih jelas. Penyusunannya dapat dimulai dari identifikasi masalah. Selanjutnya, peneliti menentukan variabel, mencari teori, memeriksa penelitian terdahulu, membuat diagram, dan menyusun hipotesis.
Model yang baik tidak harus memiliki banyak variabel. Yang lebih penting adalah setiap variabel memiliki fungsi yang jelas. Selain itu, setiap hubungan harus dapat dijelaskan dan diuji.
Karena itu, mahasiswa perlu mempertimbangkan relevansi variabel, ketersediaan data, indikator pengukuran, serta metode analisis. Dengan langkah tersebut, model penelitian dapat menjadi lebih sederhana, logis, dan sesuai dengan tujuan skripsi.
Bagi mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, tesis, jurnal, atau penelitian dan masih mengalami kesulitan menentukan variabel, menyusun kerangka konseptual, merumuskan hipotesis, atau memilih metode analisis, konsultasi akademik dapat membantu membuat proses penelitian lebih terarah. Pendampingan yang tepat juga dapat membantu memastikan hubungan antarvariabel, model penelitian, dan teknik analisis tetap selaras dengan tujuan serta kaidah penulisan ilmiah.










