RuangJurnal.com – Kami melayani jasa Fast Track Jurnal Sinta untuk berbagai kebutuhan anda, seperti kenaikan pangkat, syarat kelulusan, dan masih banyak lagi. Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak Pedoman Menulis Buku Ajar Bagi Guru & Dosen(2)
B. Pengembangan Buku Ajar
Buku ajar jika didefinisikan secara khusus merupakan kelengkapan proses pembelajaran dengan ciri ruang lingkupnya dibatasi kurikulum dan silabus. Penulisan buku ajar berorientasi pada transformasi pengetahuan
yang sistematis dan terstruktur. Format buku ajar meliputi tata letak dan sistematika. Buku ajar merupakan bagian dari kelengkapan atau saran pembelajaran yang memiliki misi menghantarkan materi sesuai dengan kurikulum dan silabus (LKPP UNHAS, 2015). Ristekdikti (2016) mendefinisikan buku ajar sebagai buku pegangan untuk suatu matakuliah yang ditulis dan disusun oleh pakar bidang terkait dan memenuhi kaidah buku teks serta diterbitkan secara resmi dan disebar luaskan
Permendiknas Nomor 2 tahun 2008 Pasal 1 menjelaskan bahwa “Buku teks adalah buku acuan wajib untuk digunakan di satuan pendidikan dasar dan menengah atau perguruan tinggi yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan, ketakwaan, akhlak mulia dan kepribadian, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan kepekaan dan kemampuan estetis, peningkatan kemampuan kinestetis dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.
Agar sebuah buku dapat dikatakan layak guna sebagai buku ajar, terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangannya, antara lain:
1. Kurikulum
Sebelum menulis buku, terlebih dahulu penulis harus memahami kurikulum yang berlaku di negara atau wilayah dimana buku itu akan digunakan. Selain itu, ia juga memahami kompetensi dasar dan pokok bahasan yang diharapkan akan dikuasai oleh pengguna buku (baca: siswa/mahasiswa). Kesesuaian inilah yang nantinya digunakan sebagai tolak ukur apakah buku tersebut dapat diaplikasikan sebagai sumber belajar dalam suatu institusi pendidikan.
2. Peta Kompetensi
Peta kompetensi dibutuhkan agar fokus atau target kompetensi Nampak lebih riil untuk dicapai. Poin ini dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan
aspek apa yang ingin dicapai mahasiswa dari mempelajari buku, apakah aspek kognitif, afektif atau psikomotorik. Bisa juga terkait keterampilan, keterampilan apa yang ingin ditekankan? Keterampilan membaca, menulis, mendengar atau berbicara.
3. Sasaran/Peserta Didik
Penulisan buku ajar hendaknya memperhatikan faktor sasaran atau yang disebut peserta didik, artinya penulis memperhatikan pada jenjang pendidikan apa, rentang usia berapa atau kondisi seperti apa yang dihadapi siswa dalam proses belajar menggunakan buku tersebut. Contoh: Siswa SD di sekolah plosok memerlukan buku ajar yang dalam instruksi pembelajarannya tidak banyak membutuhkan dukungan teknologi.
4. Latar Belakang Bidang Keilmuan Penulis Kesesuaian tulisan dengan latar belakang penulis sangat dibutuhkan terkait kemudahan pelaku dalam menulis, selain itu juga demi menjaga ketepatan substansi buku. Seseorang yang tidak ahli dalam suatu bidang namun memaksakan diri menulis buku terkait bidang tersebut dan menyebarluaskannya tentu merupakan sebuah kerugian dalam dunia akademis. Ada baiknya, demi menjaga kualitas keabsahan karya, penulis melibatkan orang lain sehingga terjadi proses cek dan ricek.
5. Tata Bahasa
Menulis buku ajar selayaknya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti segmentasi pasarannya. Mudah dimengerti bukan berarti menggunakan Bahasa sehari-hari, Bahasa yang digunakan tetap harus menggunakan ragam formal dan sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), hanya saja tingkat kesulitannya yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Siswa di SMA tentu membutuhkan ragam
Bahasa yang lebih beragam dan lebih “canggih” daripada siswa tingkat SD.
6. Desain Grafis dan Ilustrasi
Yang dimaksud desain grafis dan ilustrasi menyangkut keseluruhan aspek buku, baik cover, maupun bagian isi. Desain ini tidak hanya mengacu pada gambar, tapi termasuk juga table, foto, warna dan pemilihan jenis tulisan. Penggunaan desain yang sesuai dibutuhkan terkait 2 hal, yakni (1) untuk mempermudah pemahaman peserta didik. Semisal penggunaan gambar organ tubuh dalam materi pengenalan organ tubuh, pelajaran Biologi, (2) dan juga untuk menarik minat siswa dalam belajar. Bagaimanapun design buku tidak boleh menyimpang dari kaidah relevansi, karena hal ini akan memberikan efek negatif bagi pembaca. Bukan membantu, justru menjadi pengganggu konsentrasi mereka dalam belajar. Yang dimaksud relevan adalah jika gambar yang ditampilkan berhubungan dengan pembahasan topik.
7. Evaluasi, Uji Coba dan Revisi
Sebelum diterbitkan dan digunakan secara luas, buku teks pelajaran harus melalui beberapa tahapan terlebih dahulu guna mengetahui kelayakannya. Evaluasi buku teks pelajaran dilakukan oleh ahli materi, desainer pembelajarannya dan editor. Ketika pihak dapat memberi kritik dan saran yang membangun tentang buku teks pelajaran tersebut. Setelah evaluasi, dilakukan uji coba kepada kelompok kecil sasaran atau peserta didik. Kelompok kecil peserta didik ini memiliki tingkat kemampuan yang berbeda-beda (cerdas, sedang dan kurang). Revisi dilakukan berdasarkan hasil uji coba..
21
8. Penerbit
Jika penulis ingin karya nya disebarluaskan dan tentunya untuk mendapatkan beberapa keuntungan pribadi, ia dapat mengirimkan naskahnya ke pihak penerbit.
Adapun Tolok Ukur Buku Ajar yang Baik di antaranya:
1. Format buku sesuai dengan format ketentuan UNESCO, yaitu ukuran kertas A4 (21×29,7 cm).
2 Memiliki ISBN (International Standart Book Number).
3. Menggunakan Bahasa semi formal.
4. Struktur kalimat minimal SPOK.
5. Mencantumkan TIU (Tujuan Instruksional Umum), TIK (Tujuan Instruksional Khusus) dan Kompetensi.
6. Disusun sesuai dengan Rencana Pembelajaran.
7. Menyertakan pendapat atau mengutip hasil penelitian pakar.
8 Menggunakan catatan kaki/catatan akhir/daftar pustaka dan jika
mungkin menyertakan indeks.
9. Mengakomodasi hal-hal/ide-ide baru.
10. Diterbitkan oleh penerbit yang kredibel.
11. Tidak menyimpang dari falsafah NKRI
Ketentuan Buku Teks Ajar untuk Memperoleh KUM Bagi Dosen
I. Diketik dengan computer huruf Times New Roman (font 12) pada kertas ukuran A4 dengan jarak 1,5 spasi, beserta softcopy dalam CD
2. Jumlah halaman buku tidak kurang dari 200 halaman, tidak termasuk Prakata Daftar Isi dan Lampiran.
3. Unsur buku yang harus ada: (1) Prakata, (2) Daftar Isi, (3) Batang tubuh yang terbagi dalam bab atau bagian, (4) Daftar Pustaka, (5) Glosarium, (6) Indeks (sebaiknya).
4. Penulisan Buku Ajar termasuk dalam kegiatan melaksanakan pengajaran, yaitu mengembangkan bahan pengajaran.
5. Angka kredit 20 per buku
6. Batas Kepatutan Buku Ajar/Buku Teks: 1 Buku/Tahun
C. Format Buku Ajar
Buku ajar memiliki format sebagaimana karya tulis atau karya ilmiah lainnya, buku ajar yang baik biasanya ditulis dengan format sebagai berikut:
1. Bagian Awal
Pada bagian awal, buku ajar terdiri atas:
a. Halaman judul luar (cover)
b. Halaman judul dalam
c. Halaman pengesahan
d. Prakata
e. Daftar Isi
2. Subtansi
Secara umum subtansi buku ajar terbagi menjadi tiga bagian: yakni (1)
pendahuluan, (2) penyajian dan (3) penutup.
a) Pendahuluan
1. Sasaran pembelajaran
2. Kemampuan mahasiswa yang menjadi prasyarat
3. Keterkaitan bahan pembelajaran dengan pokok bahasan lainnya
4. Manfaat atau pentingnya bahan pembelajaran ini
5. Petunjuk belajar mahasiswa, penjelasan tentang hal-hal yang perlu dilakukan mahasiswa dalam mempelajari materi ini.
23
b) Penyajian
1. Judul bab, subbab, uraian dan penjelasan yang diikuti contoh-contoh, kasus, ilustrasi grafik, gambar, konsep, teori dan bahan lain yang perlu disampaikan kepada mahasiswa yang relevan dengan pokok bahasan.
Isi pada bagian ini dapat berisi beberapa subbab sesuai dengan subpokok bahasan dan luasnya cakupan bahan pembelajaran. Gaya Bahasa dalam uraian penjelasan, contoh dan interpretasi hendaknya dengan Bahasa yang komunikatif dan mudah dicerna. Dalam hal ini sebaiknya banyak ilustrasi, pengertian dan definisi agar mahasiswa sebagai calon ilmuan mudah memahami bahan pembelajaran.
2. Rangkuman, pada umumnya rangkuman buku ajar berisi intisari bahan pembelajaran dalam bab-bab sebelumnya.
c) Penutup
Penutup dalam buku ajar yang baik terdiri atas:
1. Soal Latihan atau Kasus, dalam bagian ini diberikan soal-soal atau kasus-kasus yang perlu diselesaikan mahasiswa secara mandiri agar pemahaman bahan pembelajaran lebih terinternalisasi.
2. Umpan balik dan Tindak lanjut, jelaskan di sini masalah umpan balik atau tindak lanjut. Hal ini pada prinsipnya merupakan petunjuk bagi mahasiswa untuk mengukur capaian pembelajarannya setelah membaca bahan pada bab ini dan petunjuk tentang tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan mahasiswa mengembangkan kapasitas belajarnya. untuk lebih
3. Bagian Akhir
Pada bagian akhirnya, buku ajar terdiri atas beberapa komponen komponen, di antaranya:
a) Daftar Pustaka
Di sini ditulis daftar pustaka secara keseluruhan
b) Indeks
Berisi kata-kata penting atau yang bermakna khusus, diserta dengan nomor halaman tempat kata itu ditemukan.
c) Lampiran
Lampiran pada buku ajar biasanya memuat:
1. Profil Lulusan Program Studi
2. Kompetensi atau Capaian Pembelajaran Lulusan Prodi
3. Analisis Kebutuhan Pembelajaran
4. Garis Besar Rancangan Pembelajaran (GBRP) atau Rancangan Pembelajaran Semester
5. Kontrak Perkuliahan
Demikian panduan mengenai Pedoman Menulis Buku Ajar Bagi Guru & Dosen(2) apabila membutuhkan layanan pembuatan jurnal sinta untuk menghemat waktu anda. Dapat menghubungi admin ruang jurnal
Gunawan, C. I. 2017. Pedoman dan Strategi Menulis Buku Ajar dan Referensi bagi Dosen (Tingkat Dasar). Malang: CV. IRDH










