BAB 2 Pengertian Jurnal Ilmiah & Publikasi Part (6)

Daftar Isi

RuangJurnal.com – Kami melayani jasa Fast Track Jurnal Sinta untuk berbagai kebutuhan anda, seperti kenaikan pangkat, syarat kelulusan, dan masih banyak lagi. Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Pengertian  Jurnal Ilmiah Bagi Guru Part 6

Judul artikel hasil penelitian hendaknya dapat memberikan gambaran mengenai penelitian yang telah dilakukan. Variabel variabel penelitian dan hubungan antara variabel tersebut serta informasi lain yang dianggap penting hendaknya terlihat dalam judul artikel. Walaupun demikian harus dijaga jangan sampai judul artikel menjadi terlalu panjang. Sebagaimana judul penelitian, judul artikel umumnya terdiri dari 5-15 kata.

Nama Penulis

Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. Nama lembaga tempat bekerja peneliti ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama. Jika lebih dari dua

peneliti, hanya nama peneliti utama yang dicantumkan di bawah judul, nama peneliti lain ditulis dalam catatan kaki, atau catatan akhir.

Abstrak dan Kata Kunci

Dalam artikel hasil penelitian abstrak secara ringkas memuat uraian mengenai: (1) masalah dan tujuan penelitian, (2) metode yang digunakan, dan (3) hasil penelitian. Tekanan terutama diberikan kepada hasil penelitian. Panjang abstrak lebih kurang sama dengan abstrak artikel konseptual yaitu tidak lebih dari 200 kata (Rifai, 1995) dan juga dilengkapi dengan kata kunci (3-5 buah). Kata kunci menggambarkan ranah masalah yang diteliti dan istilah istilah teknis pokok yang berkaitan dengan penelitian yang dilaporkan. Kata kunci dapat diambil dari judul penelitian atau dari tubuh artikel, bahkan yang tidak secara eksplisit tertulis di dalam artikel, tetapi memang mencerminkan ranah permasalahan yang diteliti.

Bagian Pendahuluan

Seperti pada artikel konseptual, pendahuluan ada yang diberi judul dan ada yang tidak diberi judul. Bagian ini terutama berisi alasan-alasan mengapa perlu dikaji, pokok permasalahan, dan tujuan penelitian.

 Metode Penelitian

Pada bagian ini dikemukakan: (1) rancangan atau desain penelitian, (2) objek penelitian (populasi dan sampel), (3) teknik pengumpulan data dan pengembangan instrumen, dan (4) teknik analisis data. Subbagian di atas umumnya (atau sebaiknya) disampaikan dalam format esai dan sesedikit mungkin menggunakan format enumeratif, misalnya: “Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan observasi partisipatori. Peneliti terjun langsung ke dal kehidupan masyarakat desa, ikut serta melakukan berbagai aktivitas sosial sambil mengumpulkan data yang dapat diamati langsung di lapangan atau yang diperoleh dari informan kunci, pencatatan dilakukan tidak langsung tetapi ditunda sampai peneliti dapat ‘mengasingkan diri’ dari anggota masyarakat sasaran. Informasi yang diberikan oleh informan kunci diuji denganmembandingkan dengan pendapat narasumber yang lain. Penelitian ini menggunakan strategi penelitian terpancang (embedded research) karena masalah dan tujuan penelitian telah ditetapkan sejak awal penelitian dan studi kasus (case study) karena difokuskan pada kasus tertentu. Analisis dilakukan dengan menggunakan model interaktif……..”

Rancangan eksperimen ‘pretest-posttest control group design’ digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian dipilih secara random dari seluruh siswa kelas 3 kemudian secara acak pula di ‘assign’ ke dalam kelompok percobaan dan kelompok kontrol. Data diambil dengan menggunakan test yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh Lembaga Pengembangan Tes Nasional. Analisis data dilakukan dengan….”

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bagian ini memuat hasil penelitian, tepatnya hasil analisis data. Hasil yang disajikan adalah hasil bersih. Pengujian hipotesis dan penggunaan statistik tidak termasuk yang disajikan.Penyampaian hasil penelitian dapat dibantu dengan penggunaan tabel dan grafik (atau bentuk/format komunikasi yang lain). Grafik dan tabel harus dibahas dalam batang tubuh artikel tetapi tidak dengan cara pembahasan yang mendetil satu-persatu. Hal yang telah jelas dan dapat dibaca dengan mudah dalam tabel tidak perlu diulangi penyebutannya di dalam teks. Jika penyajian hasil cukup panjang dapat dibagi dalam beberapa subbagian. Selanjutnya, hasil penelitian tersebut dibahas dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian dan menunjukkan bagaimana temuan-temuan tersebut diperoleh, menginterpretasikan temuan, mengaitkan temuan penelitian dengan struktur pengetahuan yang telah mapan, dan memunculkan “teori-teori” baru atau modifikasi dari teori yang telah ada. Pembahasan menjadi lebih penting artinya apabila temuan penelitian berbeda dengan teori-teori yang selama ini diakui keberadaannya.

Contoh”Dari temuan penelitian yang diuraikan dalam artikel ini dapat dilihat bahwa berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kenakalan remaja yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi

goyah. Kebenaran dari berbagai hal tersebut ternyata tidak berlaku secara universal tetapi kondisional. Gejala-gejala kenakalan remaja tertentu hanya muncul apabila kondisi lingkungan sosial setempat mendukung akan terjadinya bentuk-bentuk kenakalan yang terkait. Hal ini sesuai dengan teori ‘selective cases’ dari Lincoln (1987: 13) yang menyatakan bahwa….”

Simpulan dan Saran

Simpulan menyajikan ringkasan dan penegasan penulis mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Dari kedua hal ini dikembangkan pokok-pokok pikiran (baru) yang merupakan esensi dari temuan penelitian. Saran hendaknya dikembangkan berdasarkan temuan penelitian. Saran dapat mengacu kepada tindakan praktis, pengembangan teori baru, dan penelitian lanjutan.

Daftar Pustaka

Daftar rujukan (referensi) ditulis dengan menggunakan pedoman umum yang juga berlaku bagi penulis artikel non penelitian. Pedoman yang harus diikuti adalah: hanya yang benar benar dirujuk di dalam artikel yang boleh dicantumkan di dalam daftar rujukan dan semua yang dirujuk dalam uraian artikel tercantum di dalam daftar rujukan

Artikel Konseptual/ Kajian Teoretis (Theoretical Review)

Artikel konseptual atau artikel kajian teoretis (non-penelitian) adalah hasil pemikiran penulis atas suatu permasalahan yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Dalam rangka menghasilkan artikel jenis ini penulis terlebih dahulu mengkaji tulisan-tulisan yang relevan dengan permasalahan-permasalahannya, baik yang sejalan atau yang bertentangan dengan apa yang oleh penulis artikel dianggap benar. Tulisan-tulisan yang digunakan sebagai referensi ini biasanya, dan yang paling dianjurkan, adalah juga artikel-artikel konseptual atau laporan penelitian yang telah diterbitkan lebih dahulu di samping teori-teori dasar yang dapat digali dari buku-buku teks.

Bagian yang paling vital dari sebuah artikel konseptual (seharusnya) adalah pendapat atau pendirian penulis yang dikembangkan dari hasil analisis terhadap pikiran-pikiran mengenai masalah yang sama yang telah dipublikasikan sebelumnya. Artikel konseptual bukan sekadar

pemindahan tulisan dari satu atau sejumlah sumber, tetapi merupakan hasil analisis dan pemikiran kritis penulis. Dalam praktik tidak jarang sebuah artikel konseptual hanyalah sebuah hasil tempelan bagian bagian dari karangan-karangan yang lain, bahkan mungkin satu bagian dari sebuah buku teks. Hal ini seharusnya dihindari dalam publikasi ilmiah.

Artikel konseptual biasanya terdiri dari beberapa unsur pokok yaitu (1) judul, (2) nama penulis dan alamat lembaga/ individu, (3) abstrak dan kata kunci, (4) bagian pendahuluan, (5) bagian inti, (6) penutup atau simpulan, dan (7) daftar rujukan.

Judul artikel diharapkan mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas dalam artikel. Oleh karena itu pilihan katanya harus tepat, mengandung nsur-unsur utama yang dibahas, jelas, dan setelah disusun dalam bentuk judul harus memiliki daya tarik yang cukup bagi pembaca.

Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. Nama lembaga tempat bekerja penulis ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama. Jika lebih dari dua penulis, hanya nama penulis utama saja yang dicantumkan di bawah judul, nama penulis lain ditulis dalam catatan kaki, atau catatan akhir.

Abstrak dan Kata Kunci

Abstrak artikel konseptual adalah ringkasan dari isi artikel yang dituangkan secara padat; bukan komentar atau pengantar penulis. Abstrak terdiri dari tidak lebih dari 200 kata (Rifai, 1995) dan disusun dalam satu paragraf. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dan dengan format yang lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk beberapa ketukan). Abstrak memuat secara ringkas gambaran umum dari masalah yang dibahas di dalam artikel, terutama analisis kritis dan pendirian penulis atas masalah tersebut.

Abstrak hendaknya disertai dengan 3-5 kata kunci, yaitu istilah istilah mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang dibahas dalam artikel

Bagian Pendahuluan

Bagian pendahuluan tidak diberi judul. Bagian ini menguraikan hal-hal yang mampu menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan (konteks) bagi permasalahan yang akan dibahas, misalnya dengan menonjolkan hal-hal yang kontroversial atau belum tuntas dalam pembahasan permasalahan terkait dalam artikel-artikel yang telah dipublikasikan terdahulu. Bagian pendahuluan ini harus diakhiri dengan rumusan singkat (1-2 kalimat) tentang hal-hal pokok yang akan dibahas dan tujuan pembahasan.

Isi bagian ini sangat bervariasi. Lazimnya berisi kupasan, analisis, argumentasi dan pendirian penulis mengenai masalah yang dibicarakan. Banyaknya sub bagian juga tidak dapat ditentukan, tergantung kepada kecukupan kebutuhan penulis untuk menyampaikan pikiran-pikirannya. Walaupun demikian perlu dijaga agar tampilan bagian ini tidak menjadi enumeratif seperti diklat. Penggunaan sub bagian dan sub bagian yang terlalu banyak akan menyebabkan artikel tampil seperti diklat, dan mengurangi kesempatan penulis untuk mengembangkan argumentasi yang kritis dan tajam sebagaimana diharapkan dalam setiap bagian artikel konseptual.

 Penutupan atau Simulan

Penutup biasanya diisi dengan simpulan penulis atau bahasan yang disajikan pada bagian sebelumnya. Jika dipandang perlu dapat juga disertakan saran-saran. Jika memang dianggap tetap dapat disajikan dalam sub bagian tersendiri. Pada bagian ini diharapkan penulis menegaskan pendiriannya atas masalah yang dibahas.

Telaah (Review) Buku Baru

Telaah buku baru merupakan tinjauan analitik dan kritis atas sebuah buku yang “baru” diterbitkan, mungkin dalam kurun waktu 1-3 tahun. Telaah atau review dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang ringkas bagi calon pembaca buku yang bersangkutan. Paparan penulis telaah bersifat analitik, kritis, dan sedapat mungkin komparatif, dengan acuan buku-buku sejenis yang telah terbit lebih dahulu. Sudah barang tentu penelaah bersikap subjektif mungkin

dengan mengulas kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan buku yang ditelaahnya secara proporsional.

Obituari

Obituari (obituary) adalah berita kematian seorang tokoh ilmuwan yang disertai dengan biografi singkat tokoh tersebut dan penonjolan karya-karyanya yang utama. Tujuan pembuatan obituari adalah untuk memberikan penghormatan kepada ilmuwan yang bersangkutan atas jasa-jasa semasa hidupnya di dalam pengembangan ilmu yang ditekuninya. Layak tidaknya seorang tokoh dimuat dalam rubrik obituari pada dasarnya sangat relatif, tergantung pada berbagai faktor seperti seberapa luas almarhum dikenal dalam bidangnya, seberapa banyak dan menonjol karya-karyanya dan seberapa luas penyebaran media yang memuatnya.

Indeks

Untuk keperluan dokumentasi dan membantu pembaca melacak kembali artikel yang dikehendaki, jurnal/ berkala diharapkan secara periodik menerbitkan indeks. Yang dimaksud dengan indeks dalam hal ini adalah daftar artikel-artikel yang pernah dimuat dalam jurnal/berkala yang bersangkutan yang disusun menurut nama penulis, dan bidang kajian atau topik permasalahan. Indeks pengarang biasanya disusun menurut abjad nama kedua (second/ family name) pengarang. Jika disusun dalam file komputer, indeks bidang kajian dapat dilacak dengan menggunakan kata atau kata-kata kunci. tertentu.

Indeks dimuat secara periodik setelah jurnal/ berkala terbit beberapa nomor, misalnya setiap tahun, atau setiap tiga tahun. Untuk jurnal yang terbit setiap triwulan atau lebih sering dapat disusun indeks tahunan. Ada pula indeks yang diterbitkan secara khusus, terpisah dari penerbitan jurnal/ berkala yang bersangkutan dan mencakup sejumlah besar jurnal/ berkala, seperti CIJE (Current Index for Journals in Education) yang diterbitkan oleh ERIC (Educational Resources and Information Center). Juga ada indeks yang diterbitkan untuk buku yang telah diresensi.Sumber:           https://intermessso.wordpress.com/2009/10/07/lomba-pembuatan-co interaktif/

Demikian panduan mengenai mengenai Pedoman Penyusunan Jurnal Ilmiah Bagi Guru  Pengertian Jurnal Ilmiah Part 1 apabila membutuhkan layanan pembuatan jurnal sinta untuk menghemat waktu anda. Dapat menghubungi admin ruang jurnal


Sumber: Suprayitno, A. 2019. Pedoman Penyesuaian dan Penulisan Jurnal Ilmiah Bagi Guru. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Kontak Sekarang

Daftar Jurnal

Latest Post

This will close in 20 seconds