Bab 6 Strategi Menulis Artikel (part 2)

Daftar Isi

RuangJurnal.com –  Kami melayani jasa penerbitan jurnal sinta dan konversi jurnal, jika anda membutuhkan informasi tersebut dapat menghubungi admin ruang jurnal.

Daftar Isi  hide

1 A. Bahan Tulisan

2 B. Dari Mana Mulai Menulis

3 C. Tahapan Menulis Naskah Artikel

Penyajian Jurnal C lebih singkat lagi yaitu hanya 8 bagian. Sistematika jurnal seperti ini menyatukan penyajian bagian Pendahuluan, Kajian Teori, dan Metode Penelitian menjadi satu yaitu pada bagian Pendahuluan. Sistematika ini terkesan lebih singkat dan simpel. Namun sekali lagi semua sistematika. dari A, B, C atau mungkin ada yang lainnya, prinsipnya benar.

Jika bahan dari hasil penelitian atau kajian sudah ada maka membuat kerangka naskah (outline) menjadi ngat mudah. Masukkan semua bahan bahan yang ada ke dalam sistematika tersebut. Ingat bahwa naskah jurnal memiliki keterbatasan tempat penyajian. Oleh karena itu, hanya hal-hal yang penting dan prinsip saja bahan-bahan yang dimasukkan pada outline sesuai dengan tujuan penulisan.
Untuk memudahkan dalam penulisan nanti, bahan-bahan dari hasil penelitian atau kajian tersebut dimasukkan dalam bentuk pokok-pokok kalimat. Pokok-pokok kalimat tersebut selanjutnya diuraikan menjadi pokok pokok paragraf, sesuaikan dengan teknik penulisan naskah pada masing masing bagian. Teknik penulisan tersebut meliputi: cara menulis bagian pendahuluan, cara menulis bagian kajian pustaka, cara menulis bagian metode penelitian, cara menulis bagian hasil dan pembahasan, cara menulis bagian kesimpulan dan saran, serta cara menulis bagian daftar pustaka. Penjelasan masing-masing bagian dalam penulisan tersebut akan dibahas dalam bab-bab berikutnya.

Kerangka tulisan yang dibuat ini sangat membantu sebagai acuan berpikir dalam menulis. Walaupun dalam praktiknya sering terjadi kerangka yang sudah dibuat berubah, namun hal ini memberikan inspirasi dan arah bagi penulis untuk menulis secara terstruktur dan terarah. Oleh karena itu, ka sangat penting bagi penulis membuat kerangka penulisan (outline) pada awal menulis artikel atau karya ilmiah lainnya.

  1. Menulis Draft Cepat (Jotting)
    Tahapan menulis dimulai setelah tahap persiapan menulis sudah selesai. Bahan-bahan yang akan ditulis sudah siap. Jika bahan baku penulisan. artikel berasal dari hasil penelitian maka data hasil penelitian sudah selesai diolah. Jika penelitian kuantitatif, pastikan menggunakan alat pengolahan data (statistik) yang tepat. Untuk memudahkan pembaca dalam memahami naskah, sajikan data menggunakan tabel, diagram, gambar, atau bentuk data lainnya yang diperlukan. Untuk penelitian kualitatif, pastikan data sudah terkumpul dan disusun secara sistematis. Perhatikan pula sumber data sesuai dengan data yang kita peroleh di lapangan.

Data pendukung lainnya, seperti landasan teori, kerangka berpikir, dan hasil-hasil penelitian terdahulu sudah siap. Jika menggunakan sumber sumber referensi dari internet, pastikan menggunakan sumber acuan yang bisa dipercaya. Hindari menggunakan situs web atau blog yang tidak resmi, misalnya WordPress, Blogspot, dan sejenisnya. Mengumpulkan dari sumber internet, jangan lupa mencantumkan alamat sumber situs web dan kapan diaksesnya. Hal ini nampaknya sepele, namun jika referensi yang kita miliki tidak ditemukan sumber acuannya maka hal ini tidak bisa kita gunakan.

Prinsipnya, semua referensi atau acuan yang digunakan dalam tulisan, wajib ditulis dalam daftar pustaka. Jika satu saja referensi atau acuan tidak ditulis karena mungkin lupa atau alasan lainnya maka hal itu sudah merupakan salah satu bentuk plagiasi.

Pastikan juga bahwa Anda sudah memahami gaya selingkung jurnal yang akan dituju. Sistematika penulisan, perbandingan jumlah halaman pada antarbagian, cara membuat sitasi, dan aturan penulisan lainnya perlu dipahami. Begitu pun beberapa artikel yang telah dimuat pada jurnal yang akan dituju sudah dipelajari sebagai acuan menulis.

Tempat menulis disarankan untuk dilakukan di tempat yang nyaman dan tidak mudah terganggu, baik oleh keluarga, teman, atau siapa pun. Hindari tempat yang bising atau panas. Ada pula yang bekerja terbiasa diiringi musik, boleh saja asalkan bisa fokus menulis. Alat komunikasi terutama telepon genggam dan sejenisnya disarankan untuk dimatikan atau dalam posisi senyap. Semua upaya ini ditujukan supaya dapat menulis dengant lebih fokus dan nyaman.
Pada tahapan ini, Anda mulai menulis draft kasar secara cepat (jotting). Acuan menulis adalah gaya selingkung jurnal yang akan dituju. Tuliskan semua ide/gagasan yang ada dalam pikiran Anda. Gunakan semua data dan bahan yang sudah Anda miliki saja. Jika ada data atau referensi yang dirasakan kurang, lewati saja, tidak perlu mencari-cari. Tandai kekurangan bahan tadi. Anda terus lanjutkan menulis hingga bagian akhir. Tahapan ini Anda harus berkeras untuk terus menulis, manfaatkan gagasan menulis yang sudah mengalir dalam pikiran Anda. Apapun yang menghalangi saat menulis, harus ditembus.

Dalam tahapan ini, Anda lebih tepat diibaratkan seperti ‘babi ngamuk’. Mungkin Anda pernah melihat atau mendengar seekor babi yang sedang ‘ngamuk’. Saat babi mengamuk, ia akan berlari kencang dan lurus ke depan (tidak tengok/belok kanan-kiri) untuk mengejar musuhnya. Apapun rintangan yang menghalanginya pasti diseruduk. Binatang ini memang karakteristiknya demikian, sulit menoleh atau belok ke kanan kiri. Filosofi ini mungkin tepat diterapkan ketika Anda menulis di tahap ini. Jangan menoleh kanan kiri, lanjutkan menulis hingga tuntas. Menulis artikel biasanya dimulai dari membuat pada bagian pendahuluan, kemudian dilanjutkan bagian metode hasil pembahasan, hingga simpulan saran. Bagian abstrak dan kata kunci biasanya ditulis akhir setelah penulisan artikel selesai. Artinya pada bagian ini usahakan Anda menulis draft artikel hingga tuntas mulai dari bagian pendahuluan sampai bagian simpulan dan saran.

Kekeliruan yang sering dilakukan pada tahapan ini, jika penulis menemukan kekurangan bahan/referensi, langsung mencari sumber tersebut melalui internet atau membuka-buka buku. Padahal saat mencari bahan ini, ide atau gagasan menulis yang sebelumnya sudah mengalir dalam pikiran kita menjadi hilang. Akibatnya, ketika kembali mau meneruskan menulis, gagasan menulis tadi jadi putus dan lupa, bahkan pikiran menjadi gelap (blank). Apalagi sumber-sumber yang dicari tadi tidak ditemukan. Akhirnya menyerah, lalu proses menulisnya ditunda.

Baca juga  Daftar Jurnal SJR Scopus Mathematics Romania – Jasa Jurnal Scopus

 

Bagaimana jika artikel ditulis secara kolaborasi melibatkan beberapa penulis? Tahapan jotting tetap perlu dilakukan. Pengumpulan bahan dan penetapan alur tulisan perlu disepakati bersama oleh semua tim. Yang membuat draft naskah kasar ini sebaiknya dilakukan oleh penulis utama atau kontributor utama. Anggota penulis lainnya mendukung semua yang diperlukan dalam penulisan ini. Dalam hal ini penulis utama atau kontributor utama harus sudah sepakat ditentukan oleh tim. Hal ini penting karena akan memberikan konsekuensi terhadap artikel tersebut. Penulis utama tentu berkewajiban memberikan kontribusi lebih besar daripada anggota. Namun di sisi lain penulis utama (kontributor utama) akan mendapatkan hak konsekuensi ilmiah termasuk angka kredit yang lebih tinggi dari anggotanya.

  1. Review dan Revisi Naskah Artikel oleh Diri Sendiri
    Setelah rehat menyelesaikan draft kasar artikel, tahapan berikutnya adalah me-review dan merevisi oleh diri sendiri. Baca kembali artikel yang Anda buat. Perhatikan struktur penulisan dan sesuaikan dengan gaya selingkung jurnal yang akan dituju. Perhatikan pula apabila ada kalimat atau paragraf yang perlu dukungan data atau sumber referensi yang relevan. Lengkapi dukungan data/referensi tersebut. Dalam tahapan ini Anda perlu mencari data atau referensi sesuai kebutuhan.

Untuk artikel hasil penelitian, kadang-kadang dalam tahapan ini dirasakan ada data lapangan yang kurang. Jika memungkinkan kita perlu kembali datang ke lokasi penelitian untuk mendapatkan data tersebut. Jika memungkinkan dapat pula dilakukan melalui alat komunikasi dengan menghubungi responden di lapangan.

Kekuatan artikel pada jurnal ilmiah salah satunya pada sumber referensi. Pada tahapan ini kita perlu menguatkan sumber-sumber acuan terutama hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dari jurnal-jurnal tepercaya sebagai sumber primer. Hasil-hasil penelitian ini terutama dalam membangun state of the art pada bagian pendahuluan. Ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan Anda saat mengoreksi tulisan sendiri di antaranya sebagai berikut.

  • Bagian pendahuluan dirumuskan seperti piramida terbalik yang menjelaskan perlunya penelitian/kajian ini dilakukan (perhatikan pembahasan dalam menulis bagian pendahuluan).
  • Bagian pendahuluan me-review hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan, kemudian membandingkan dengan penelitian yang akan dilakukan dan jelaskan di mana bedanya.
  • Kajian teori fokus menjelaskan dukungan definisi operasional yang dibuat penulis serta keterkaitan antarvariabel.
  • Bagian metode penelitian, cek kembali dan sesuaikan dengan penelitian atau kajian yang dilakukan. Perhatikan langkah-langkahnya agar sistematis.
  • Bagian hasil dan pembahasan, perlu dicermati sajian datanya apakah sudah benar (tidak ada kesalahan penulisan atau penyajian Pastikan data sudah dianalisis dan diinterpretasikan, tidak sekadar membaca tabel atau diagram. Untuk membuat pembahasan penelitian lebih bermakna, cek apakah sudah menggunakan teori-teori dan hasil-hasil penelitian penelitian terdahulu yang relevan. Jika belum lengkap maka pada tahapan ini merupakan kesempatan untuk melengkapinya.
  • Bagian kesimpulan dan saran, pastikan bahwa rumusan simpulan menjawab tujuan penulisan. Kesimpulan juga dirumuskan dengan bahasa yang ringkas dan lugas. Saran-saran dirumuskan dari kesimpulan sebagai tindak lanjut dari hasil kesimpulan tersebut
  • Daftar Pustaka, cek dan pastikan bahwa semua sumber acuan yang digunakan sudah ditulis dalam daftar pustaka. Begitu pun cara penulisan daftar pustaka mengacu pada gaya selingkung jurnal yang akan kita tuju.
  • Selanjutnya, rumuskan abstrak dan kata kunci. Abstrak dibuat ringkas dan fokus pada aspek masalah dan tujuan, metode, hasil/simpulan. Kata kunci, merupakan kata atau frasa yang menjadi kunci dalam isi artikel.

Dalam tahapan ini, pada kenyataannya menulis tidak bisa sekali jadi seperti tahapan jotting. Kita perlu melengkapi berbagai kekurangan data, sumber referensi, atau aspek lainnya. Dalam tahapan ini sangat memungkinkan bagi kita untuk melakukan diskusi dengan pakar atau praktisi yang relevan. Acuannya sekali lagi adalah gaya selingkung jurnal yang akan dituju. Perhatikan semua persyaratan yang ada dalam gaya selingkung tadi. Pada tahapan ini kita perlu me-review, mencocokkan, dan melengkapi semua tuntutan gaya selingkung jurnal yang akan dikirim.

Penulisan artikel yang dilakukan secara kolaborasi-melibatkan beberapa penulis dalam tahapan ini anggota penulis dapat membantu untuk mencermati draft artikel. Sebaiknya review dilakukan bersama-sama antara penulis utama (kontributor utama) dengan penulis anggota. Kekurangan data dan referensi, kesalahan penyajian hasil, kekeliruan penulisan kata dan kalimat, serta aspek lainnya bisa diperbaiki bersama anggota tim.

  1. Review oleh Orang Lain
    Setelah draft artikel jadi dan selesai di-review revisi oleh diri sendiri, selanjutnya kita minta bantuan rekan sejawat untuk membacanya. Persyaratan reviewer di sini diharapkan yang memiliki keilmuan yang relevan dengan topik yang dibahas dalam artikel. Jika diperlukan kita bisa minta bantuan ahli dalam metode penelitian atau yang sudah terbiasa menulis pada jurnal akreditasi. Untuk jurnal internasional, tentu lebih baik berdiskusi dan minta saran pada individu yang sudah terbiasa menulis pada jurnal internasional. Jurnal nasional menggunakan bahasa Indonesia, biasanya abstraknya dibuat dalam bahasa Inggris. Untuk abstrak bahasa Inggris ini, jika diperlukan bisa minta bantuan untuk di-review oleh ahlinya dalam bahasa Inggris.

Dalam proses ini perlu memperhatikan pula keamanan draft artikel kita. Ingat bahwa draft artikel yang kita buat belum dipublikasikan. Perlu menjaga dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, misalnya mengambil sebagian atau seluruh isi artikel kemudian dikirimkan pada jurnal lain dan dipublikasikan. Konsekuensinya, jika sudah dipublikasikan, publikasi pertama. yang diakui sebagai pemilik artikel tersebut. Oleh karena itu, tentu perlu memilih calon reviewer yang sudah dikenal dan dapat dipercaya. Dalam penulisan kolaborasi, review oleh pihak lain tetap diperlukan. Hal ini untuk menambah dan memperkaya artikel, serta sekaligus meminimalisir kesalahan.
5. Finalisasi
Hasil masukan pihak lain, selanjutnya perlu segera diperbaiki. Perhatikan semua masukan yang disarankan. Jika ada hal-hal yang tidak dipahami, sebaiknya didiskusikan dan dicari solusinya. Saran-saran yang kita anggap sebagai penulis tidak perlu, sebaiknya diabaikan. Ingat yang menulis dan mempertanggungjawabkan semua isi artikel tersebut adalah kita sebagai penulis.Penulisan artikel kolaborasi prinsipnya sama. Dalam tahapan ini, draft artikel hasil review pihak lain perlu diperbaiki bersama antara ketua tim (kontributor utama) dengan anggotanya.

Demikian panduan mengenai Strategi Menulis Artikel, apabila membutuhkan layanan Penerbitan Jurnal Sinta maka dapat menghubungi admin ruang jurnal.


Sumber: Anwas, E. Oos M & Sugiarti, Y. 2020. Strategi Menulis Artikel Jurnal Bereputasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Kontak Sekarang

Daftar Jurnal

Latest Post

This will close in 20 seconds