Cara Menghitung SINTA Score dan Komponen yang Berkontribusi terhadap Nilainya

Daftar Isi

SINTA Score menjadi salah satu informasi yang sering diperhatikan ketika seseorang ingin melihat rekam kinerja akademik seorang peneliti. Mahasiswa dapat menemukannya ketika mencari referensi atau profil akademisi. Dosen dan peneliti juga dapat menggunakannya untuk memantau perkembangan aktivitas publikasi, penelitian, dan kegiatan akademik lainnya.

Science and Technology Index atau SINTA menyediakan berbagai informasi yang berkaitan dengan publikasi, sitasi, peneliti, afiliasi, serta kinerja akademik. Salah satu informasi yang ditampilkan dalam profil peneliti adalah SINTA Score Overall dan SINTA Score 3Yr. Keduanya dapat memberikan gambaran mengenai skor berdasarkan data yang tercatat dalam sistem.

Namun, cara menghitung SINTA Score tidak sesederhana menjumlahkan jumlah artikel dan sitasi. Sistem SINTA menggunakan komponen dengan bobot tertentu. Pada tampilan metrik SINTA saat ini, komponen tersebut bahkan mencakup publikasi, Hak Kekayaan Intelektual atau HKI, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta beberapa aktivitas akademik lainnya.

Karena itu, memahami komponen dan bobot SINTA Score penting agar angka yang muncul tidak salah ditafsirkan. Artikel ini membahas pengertian SINTA Score, cara memahami perhitungannya, komponen yang berkontribusi, contoh sederhana, hingga kesalahan yang perlu dihindari ketika membaca nilai skor.

cara menghitung SINTA Score

Apa Itu SINTA Score?

SINTA Score merupakan skor yang ditampilkan pada profil SINTA sebagai salah satu indikator kinerja akademik peneliti. Nilainya berasal dari berbagai data akademik yang tercatat dan diproses berdasarkan bobot komponen tertentu.

Pada profil peneliti SINTA saat ini, pengguna dapat melihat SINTA Score Overall dan SINTA Score 3Yr. Contoh profil SINTA menunjukkan bahwa kedua nilai tersebut dapat berbeda karena cakupan data yang digunakan juga berbeda.

SINTA Score Overall memberikan gambaran dengan cakupan rekam data yang lebih luas. Sementara itu, SINTA Score 3Yr digunakan untuk melihat skor berdasarkan periode tiga tahun yang ditampilkan pada sistem. Pada profil yang diperiksa saat ini, periode tiga tahun tersebut ditampilkan sebagai 2023–2025.

Dengan demikian, pengguna tidak sebaiknya menganggap SINTA Score sebagai angka yang berdiri sendiri. Nilainya perlu dibaca bersama komponen yang membentuknya serta periode yang digunakan.

Baca Juga: 100+ Jurnal Terindeks Scopus Gratis Bidang Ilmu Lingkungan

Apakah SINTA Score Bisa Dihitung Secara Manual?

Secara prinsip, skor dapat dipahami melalui konsep perkalian antara jumlah aktivitas dengan bobot yang berlaku. Namun, pengguna perlu berhati-hati jika ingin menghitung seluruh nilai secara manual.

Hal ini terjadi karena sistem SINTA saat ini menampilkan berbagai komponen dengan bobot dan aturan tertentu. Beberapa komponen juga memiliki batas perhitungan atau cut-off. Karena itu, hasil penjumlahan sederhana dari semua aktivitas belum tentu sama persis dengan angka yang muncul pada profil.

Secara sederhana, konsep perhitungannya dapat digambarkan sebagai berikut:

Skor komponen = jumlah aktivitas yang dihitung × bobot komponen

Kemudian, skor dari berbagai komponen akan berkontribusi terhadap total skor sesuai dengan sistem penilaian yang digunakan.

Rumus tersebut dapat membantu memahami logika dasarnya. Namun, jangan menggunakannya sebagai rumus tunggal untuk menghitung seluruh SINTA Score tanpa memeriksa aturan setiap komponen.

Komponen SINTA Score yang Berkontribusi terhadap Nilainya

Salah satu hal penting yang perlu diketahui adalah SINTA Score tidak hanya berkaitan dengan jumlah artikel. Tampilan metrik SINTA saat ini menunjukkan beberapa kelompok penilaian.

Secara umum, komponen yang dapat berkontribusi terhadap SINTA Score meliputi publikasi, HKI, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta aktivitas akademik lainnya. Profil SINTA juga menampilkan nilai Overall dan 3Yr untuk berbagai kelompok tersebut.

Gambaran sederhananya dapat dilihat pada tabel berikut.

KomponenContoh aktivitas yang dinilaiContoh bobot
PublikasiArtikel Scopus, artikel berdasarkan kuartil, bukuBeragam
HKIPaten, desain industri, hak ciptaBeragam
PenelitianHibah penelitian luar negeri, eksternal, internalBeragam
PengabdianPengabdian internasional, nasional, lokalBeragam
Aktivitas lainnyaPembimbingan, network score, aktivitas tertentuBeragam

Tabel tersebut menunjukkan bahwa setiap aktivitas tidak otomatis memiliki bobot yang sama. Nilai bobot dapat berbeda berdasarkan jenis kegiatan dan kategori yang digunakan oleh SINTA.

Karena itu, peneliti yang memiliki banyak aktivitas akademik pada kategori tertentu dapat memperoleh kontribusi skor yang berbeda dengan peneliti lain. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa nilai SINTA Score setiap peneliti tidak sama.

Komponen Publikasi dalam SINTA Score

Publikasi merupakan salah satu kelompok komponen yang cukup besar dalam metrik SINTA. Di dalamnya terdapat berbagai kategori publikasi yang memiliki bobot berbeda.

Pada tampilan V3 SINTA, misalnya, terdapat kategori artikel Scopus berdasarkan posisi penulis dan kuartil jurnal. Artikel Scopus dengan posisi sebagai single author memiliki bobot 40 pada kategori A1. Sementara itu, artikel Scopus Q1 sebagai first author tercatat dengan bobot 24, Q2 sebesar 22, Q3 sebesar 20, dan Q4 sebesar 18 pada kategori yang ditampilkan.

Artinya, jenis publikasi dan posisi penulis dapat memengaruhi kontribusi skor. Pengguna tidak cukup hanya mengetahui jumlah artikel yang dimiliki seorang peneliti.

Selain artikel, terdapat pula kategori Scopus non-article. Pada tampilan metrik SINTA, kategori single author memiliki bobot 30, first author 18, dan member author 12.

Dengan demikian, publikasi perlu dilihat berdasarkan kategorinya. Jumlah artikel yang sama belum tentu menghasilkan kontribusi skor yang sama apabila kategori publikasinya berbeda.

Pengaruh Kuartil Jurnal terhadap SINTA Score

Kuartil jurnal menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan ketika memahami skor publikasi. Dalam tampilan SINTA V3, artikel Scopus sebagai first author dibedakan berdasarkan Q1, Q2, Q3, dan Q4.

Bobot yang terlihat pada kategori tersebut adalah 24 untuk Q1, 22 untuk Q2, 20 untuk Q3, dan 18 untuk Q4.

Sebagai contoh sederhana, jika seorang peneliti memiliki satu artikel yang masuk kategori Scopus Q1 sebagai first author, kontribusi berdasarkan bobot kategori tersebut adalah 24. Jika terdapat satu artikel Q4 sebagai first author, kontribusinya adalah 18.

Perhitungan tersebut hanya ilustrasi untuk memahami bobot. Nilai akhir pada profil tetap mengikuti pemrosesan data SINTA dan aturan yang berlaku.

Pengaruh Posisi Penulis terhadap SINTA Score

Selain kuartil jurnal, posisi penulis juga menjadi faktor penting. SINTA membedakan artikel berdasarkan peran penulis, seperti single author, first author, dan member author.

Pada artikel Scopus yang ditampilkan dalam metrik V3, member author memiliki bobot yang berbeda dari first author. Misalnya, artikel Q1 sebagai member author memiliki bobot 16, Q2 sebesar 14, Q3 sebesar 12, dan Q4 sebesar 10.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kontribusi skor tidak hanya ditentukan oleh tempat artikel diterbitkan. Posisi seseorang dalam daftar penulis juga menjadi bagian dari klasifikasi skor.

Karena itu, ketika menghitung secara sederhana, pengguna perlu mengetahui kategori publikasi terlebih dahulu. Jangan langsung mengalikan jumlah seluruh artikel dengan satu bobot yang sama.

Buku Juga Dapat Berkontribusi terhadap SINTA Score

Komponen publikasi tidak hanya berupa artikel jurnal. Pada metrik SINTA juga terdapat kategori buku yang terdiri atas buku ajar, buku referensi, dan monograf.

Contoh profil SINTA menunjukkan bobot 20 untuk buku ajar, 40 untuk buku referensi, dan 20 untuk buku monograf.

Misalnya, seorang peneliti memiliki dua buku referensi yang masuk dalam kategori yang dihitung. Secara sederhana, dua buku tersebut dapat memberikan kontribusi sebesar 2 × 40 atau 80 poin pada komponen tersebut.

Namun, perhitungan aktual tetap perlu mengikuti data yang diakui dan tercatat oleh SINTA. Contoh tersebut hanya digunakan untuk memahami hubungan antara jumlah aktivitas dan bobot.

Sitasi dalam Perhitungan SINTA Score

Sitasi juga menjadi bagian penting dalam pengukuran kinerja publikasi. Semakin banyak karya seorang peneliti digunakan atau dirujuk dalam publikasi lain, semakin besar pula aktivitas sitasinya.

Pada tampilan SINTA V3, terdapat beberapa indikator yang berkaitan dengan Google Scholar. Salah satunya adalah GS3 atau GS Document Tersitasi yang pada profil yang diperiksa memiliki bobot 0,5.

Selain itu, terdapat komponen lain seperti GS1 dan GS2. Contoh profil SINTA menunjukkan GS2 sebagai GS Citation per Document Number dengan cut-off 500 dan bobot 0,25.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sitasi dalam SINTA tidak sebaiknya dipahami hanya sebagai satu angka. Sistem mengelompokkan data sitasi ke dalam komponen tertentu dengan bobot masing-masing.

Komponen HKI dalam SINTA Score

Hak Kekayaan Intelektual atau HKI juga dapat memberikan kontribusi terhadap SINTA Score. Kelompok ini mencakup berbagai bentuk kekayaan intelektual yang tercatat dalam sistem.

Pada tampilan profil SINTA, contoh komponen HKI meliputi paten, paten sederhana, merek, indikasi geografis, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang, perlindungan varietas tanaman, serta hak cipta.

Bobotnya berbeda-beda. Misalnya, pada profil yang ditampilkan SINTA, paten memiliki bobot 40, paten sederhana 28, desain industri 16, dan hak cipta 5.

Dengan adanya komponen ini, aktivitas akademik yang menghasilkan kekayaan intelektual juga dapat memberikan kontribusi terhadap skor. Jadi, SINTA Score tidak hanya menggambarkan aktivitas publikasi jurnal.

Komponen Penelitian dalam SINTA Score

Kegiatan penelitian juga termasuk dalam kelompok metrik SINTA. Pada tampilan V3, terdapat kategori yang berkaitan dengan jumlah penelitian berdasarkan sumber pendanaan.

Contohnya adalah jumlah penelitian hibah luar negeri, jumlah penelitian hibah eksternal, dan jumlah penelitian internal institusi. Profil SINTA yang tersedia menunjukkan bobot masing-masing sebesar 10, 6, dan 3 pada kategori tersebut.

Selain jumlah penelitian, terdapat pula informasi mengenai jumlah rupiah penelitian. Namun, pada beberapa profil, komponen tersebut dapat memiliki bobot 0 sehingga tidak memberikan kontribusi langsung pada total skor.

Hal ini menjadi contoh penting bahwa tidak semua angka yang tampil dalam tabel metrik otomatis menambah skor. Pengguna perlu memperhatikan kolom bobot sebelum melakukan perhitungan.

Komponen Pengabdian kepada Masyarakat

Aktivitas pengabdian kepada masyarakat juga muncul dalam metrik SINTA. Kategori ini dapat mencakup pengabdian dengan cakupan internasional, nasional, maupun lokal.

Pada salah satu profil SINTA, bobot yang ditampilkan untuk jumlah pengabdian masyarakat internasional adalah 3, nasional 2, dan lokal 1.

Kontribusi ini menunjukkan bahwa aktivitas akademik tidak hanya diukur melalui publikasi. Kegiatan penelitian, pengabdian, dan aktivitas akademik lain juga dapat menjadi bagian dari rekam kinerja yang dihitung oleh sistem.

Namun, sama seperti komponen lain, nilai tersebut tetap bergantung pada data yang tercatat dan kategori yang diterapkan oleh SINTA.

cara menghitung SINTA Score

Komponen Aktivitas Akademik Lainnya

Selain publikasi, sitasi, HKI, penelitian, dan pengabdian, terdapat komponen lain yang ditampilkan dalam metrik SINTA. Salah satunya berkaitan dengan pembimbingan.

Pada contoh profil SINTA, terdapat kategori pembimbing S3, pembimbing S2, dan pembimbing S1 atau diploma. Bobotnya dapat berbeda berdasarkan tingkat pendidikan dan jenis pembimbingan.

Terdapat pula network score dengan bobot 1 pada contoh profil yang diperiksa.

Keberadaan komponen tersebut menunjukkan bahwa perhitungan SINTA Score cukup luas. Karena itu, menyebut SINTA Score hanya sebagai “jumlah publikasi dikali bobot” merupakan penjelasan yang terlalu sederhana untuk sistem yang digunakan saat ini.

Contoh Sederhana Cara Menghitung Kontribusi SINTA Score

Untuk memahami cara kerjanya, gunakan contoh hipotetis. Misalnya seorang peneliti memiliki data berikut:

AktivitasJumlahBobotKontribusi
Artikel Scopus single author14040
Artikel Scopus Q1 first author22448
Artikel Scopus Q3 first author12020
Buku referensi14040
HKI hak cipta2510

Jika seluruh aktivitas tersebut memenuhi kategori dan aturan perhitungan yang berlaku, kontribusi sederhananya adalah:

40 + 48 + 20 + 40 + 10 = 158

Jadi, dari komponen hipotetis tersebut terdapat kontribusi sebesar 158 poin.

Namun, angka 158 bukan berarti otomatis menjadi SINTA Score Overall peneliti. Perhitungan sebenarnya dapat melibatkan komponen lain, batas tertentu, periode tiga tahun, serta pemrosesan data yang dilakukan sistem SINTA.

Contoh ini hanya bertujuan menunjukkan cara membaca bobot. Untuk mengetahui nilai resmi, pengguna sebaiknya mengacu pada skor yang tercantum pada profil SINTA.

Mengapa Hasil Hitung Manual Bisa Berbeda dengan SINTA Score?

Perbedaan antara hitungan manual dan skor pada profil dapat terjadi karena sistem menggunakan berbagai aturan dalam mengolah data. Salah satunya adalah adanya cut-off pada beberapa komponen.

Contoh profil SINTA menunjukkan adanya keterangan cut-off untuk publikasi internasional, baik sebagai single atau first author maupun sebagai member author. Terdapat pula cut-off untuk publikasi noninternasional tertentu.

Selain itu, data dapat diklasifikasikan berdasarkan periode. Nilai Overall dan 3Yr juga tidak menggunakan cakupan yang sama.

Karena itu, menghitung semua aktivitas secara bebas lalu menjumlahkannya dapat menghasilkan angka yang berbeda dari skor resmi. Hitungan manual lebih tepat digunakan untuk memahami kontribusi komponen, bukan menggantikan angka resmi yang ditampilkan sistem.

Perbedaan SINTA Score Overall dan SINTA Score 3Yr

SINTA Score Overall dan SINTA Score 3Yr memiliki fungsi yang berbeda. Overall memberikan gambaran skor dengan cakupan rekam data yang lebih luas, sedangkan 3Yr berfokus pada periode tiga tahun yang ditampilkan dalam sistem.

Contoh profil SINTA saat ini menampilkan kolom V3 Overall Sinta dan V3 3Yr Sinta. Untuk data yang ditampilkan, periode tiga tahun ditulis 2023–2025.

Perbedaan tersebut membuat pengguna perlu memperhatikan periode ketika membandingkan skor. Peneliti dengan rekam publikasi panjang mungkin memiliki Overall yang jauh lebih besar daripada skor tiga tahunnya.

Sebaliknya, peneliti yang aktif dalam beberapa tahun terakhir dapat memiliki perbedaan yang tidak terlalu jauh. Karena itu, kedua nilai sebaiknya dibaca sesuai tujuan analisis.

Faktor yang Dapat Membuat SINTA Score Berbeda

SINTA Score setiap peneliti dapat berbeda karena banyak faktor. Salah satunya adalah jenis publikasi yang dimiliki. Artikel Scopus, buku, dan publikasi lain dapat masuk ke kategori dengan bobot yang berbeda.

Posisi penulis juga berpengaruh. Single author, first author, dan member author memiliki kategori penilaian yang berbeda dalam beberapa jenis publikasi.

Selain publikasi, sitasi, HKI, penelitian, pengabdian, dan aktivitas akademik lain juga dapat memberikan kontribusi. Dengan demikian, skor merupakan hasil dari berbagai data yang tercatat dalam sistem.

Perbedaan periode juga perlu diperhatikan. Aktivitas yang masuk dalam tiga tahun terakhir tidak selalu sama dengan seluruh rekam aktivitas seorang peneliti.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menghitung SINTA Score

Kesalahan pertama adalah menggunakan rumus lama untuk menjelaskan kondisi SINTA saat ini. Sistem dan tampilan metrik dapat mengalami perubahan, sehingga rumus atau bobot dari versi sebelumnya tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai aturan terbaru.

Kesalahan kedua adalah menganggap semua artikel memiliki bobot yang sama. Padahal, tampilan SINTA membedakan artikel berdasarkan kategori seperti posisi penulis dan kuartil jurnal.

Kesalahan berikutnya adalah hanya menghitung publikasi. Padahal, metrik SINTA saat ini juga menampilkan kelompok HKI, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan aktivitas lainnya.

Kesalahan lain adalah menganggap hasil hitungan manual pasti sama dengan skor profil. Adanya cut-off, periode, klasifikasi, dan pemrosesan data dapat membuat hasil perhitungan sederhana berbeda dari angka resmi.

Karena itu, perhitungan manual sebaiknya digunakan sebagai cara memahami komponen. Untuk mengetahui skor yang resmi, pengguna perlu melihat data pada profil SINTA.

Tips Praktis Memahami SINTA Score

Agar tidak salah membaca nilai, pengguna dapat memulai dengan melihat SINTA Score Overall dan 3Yr. Setelah itu, periksa bagian Metrics Score untuk mengetahui sumber kontribusi nilai.

Perhatikan nama komponen, bobot, jumlah aktivitas, serta total yang tercantum. Jangan hanya melihat angka pada bagian paling atas profil.

Jika ingin melakukan perhitungan manual, buat tabel sederhana yang berisi aktivitas, jumlah, bobot, dan kontribusi. Cara ini membantu pengguna memahami bagian mana yang memberikan kontribusi terbesar.

Namun, hasil perhitungan tersebut tetap perlu dibandingkan dengan skor resmi pada profil. Jika terdapat selisih, jangan langsung menganggap sistem salah. Periksa kemungkinan adanya cut-off, kategori khusus, atau perbedaan periode.

Cara Menggunakan SINTA Score untuk Penelitian

SINTA Score dapat menjadi informasi pendukung ketika melakukan penelusuran akademik. Mahasiswa dapat melihat profil peneliti untuk menemukan akademisi yang aktif pada bidang tertentu.

Misalnya, mahasiswa sedang menyusun skripsi mengenai teknologi pendidikan. Mahasiswa dapat mencari peneliti yang memiliki publikasi berkaitan dengan teknologi pendidikan, kemudian memeriksa daftar karya yang tersedia.

SINTA Score dapat menjadi informasi tambahan untuk memahami aktivitas akademik. Namun, skor tidak seharusnya menjadi satu-satunya alasan memilih sebuah artikel sebagai referensi.

Artikel tetap perlu dibaca berdasarkan relevansi topik, teori, metode, hasil, dan kualitas pembahasannya. Dengan demikian, SINTA digunakan sebagai alat bantu penelusuran, bukan sebagai pengganti proses evaluasi sumber ilmiah.

Rekomendasi untuk Peneliti yang Ingin Memahami Skornya

Peneliti yang ingin memahami SINTA Score sebaiknya tidak hanya mencatat angka Overall. Periksa pula Score in Publication, Score in HKI, Score in Research, Score in Community Service, dan Score in Other apabila tersedia.

Pemeriksaan tersebut dapat membantu menunjukkan sumber kontribusi skor. Misalnya, skor publikasi dapat menjadi bagian terbesar pada seorang peneliti, sedangkan peneliti lain mungkin memiliki tambahan kontribusi dari HKI atau aktivitas penelitian.

Data tersebut juga dapat digunakan untuk melakukan evaluasi. Peneliti dapat melihat aktivitas mana yang sudah tercatat dan bagian mana yang perlu diverifikasi jika terdapat data yang belum sesuai.

Meskipun demikian, peningkatan skor bukan satu-satunya tujuan kegiatan akademik. Kualitas penelitian, relevansi hasil, kontribusi terhadap ilmu pengetahuan, dan integritas akademik tetap perlu menjadi prioritas.

Baca Juga: Rumus SINTA Score dan Hal yang Perlu Dipahami tentang Komponen Pengukurannya

Kesimpulan

Cara menghitung SINTA Score perlu dipahami berdasarkan komponen dan bobot yang digunakan oleh sistem. Pada tampilan SINTA V3 saat ini, skor tidak hanya berasal dari publikasi dan sitasi, tetapi juga dapat mencakup HKI, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pembimbingan, serta aktivitas akademik lainnya.

Pada komponen publikasi, bobot dapat berbeda berdasarkan jenis karya, kuartil jurnal, dan posisi penulis. Contohnya, artikel Scopus sebagai single author, first author, dan member author memiliki kategori berbeda. Artikel Q1, Q2, Q3, dan Q4 juga memiliki bobot yang berbeda pada kategori tertentu.

Perhitungan sederhana dapat dilakukan dengan mengalikan jumlah aktivitas dengan bobotnya. Namun, hasil manual tidak selalu sama dengan SINTA Score resmi karena sistem dapat menerapkan klasifikasi, periode, dan cut-off tertentu. Oleh sebab itu, perhitungan manual sebaiknya digunakan untuk memahami kontribusi setiap komponen, sedangkan nilai resmi tetap mengacu pada profil SINTA.

SINTA Score Overall dan SINTA Score 3Yr juga perlu dibedakan. Overall memberikan cakupan rekam yang lebih luas, sedangkan 3Yr digunakan untuk melihat kinerja dalam periode tiga tahun yang ditampilkan sistem. Memahami perbedaan ini membantu pengguna membaca perkembangan kinerja akademik secara lebih tepat.

Pada akhirnya, SINTA Score sebaiknya tidak dipahami hanya sebagai angka untuk membandingkan peneliti. Skor merupakan salah satu informasi pendukung yang perlu dibaca bersama publikasi, sitasi, penelitian, HKI, pengabdian, bidang keilmuan, dan konteks akademik lainnya. Dengan memahami setiap komponennya, pengguna dapat memanfaatkan data SINTA secara lebih objektif untuk kebutuhan penelitian maupun publikasi ilmiah.

Bagi Anda yang sedang mempersiapkan artikel ilmiah bidang teknik, membutuhkan bantuan analisis data, proofreading akademik, pengecekan similarity, penerjemahan artikel, pemilihan jurnal target, hingga pendampingan submit jurnal Scopus, layanan konsultasi akademik profesional dapat membantu meningkatkan kualitas manuskrip sekaligus memperbesar peluang publikasi pada jurnal bereputasi internasional.

Kontak Sekarang

Daftar Jurnal

Latest Post

This will close in 20 seconds