Mempelajari cara menyusun sintesis penelitian merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa ketika menyusun skripsi maupun tesis. Pada tahap kajian pustaka, dosen pembimbing tidak hanya mengharapkan mahasiswa mampu mengumpulkan banyak referensi, tetapi juga mampu menghubungkan berbagai hasil penelitian menjadi sebuah pembahasan yang logis, kritis, dan sistematis. Inilah alasan mengapa sintesis penelitian menjadi bagian yang sangat menentukan kualitas karya ilmiah.
Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang menganggap sintesis penelitian sama dengan merangkum isi jurnal. Padahal, keduanya memiliki konsep yang berbeda. Ringkasan hanya menjelaskan isi setiap penelitian secara terpisah, sedangkan sintesis penelitian menggabungkan berbagai temuan sehingga menghasilkan pemahaman baru mengenai suatu topik. Melalui proses tersebut, peneliti dapat menunjukkan hubungan antarpenelitian, menemukan kesenjangan penelitian (research gap), sekaligus memperkuat dasar teoritis penelitian yang sedang dilakukan.
Artikel ini membahas secara lengkap mulai dari pengertian, manfaat, persiapan, tahapan penyusunan, contoh penerapan, hingga tips praktis agar proses penyusunan sintesis penelitian menjadi lebih mudah dan sesuai dengan standar akademik.

Memahami Konsep Sintesis Penelitian
Sebelum membahas langkah-langkah penyusunannya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sintesis penelitian.
Sintesis penelitian merupakan proses mengintegrasikan berbagai teori, konsep, dan hasil penelitian terdahulu menjadi satu pembahasan yang saling berkaitan. Peneliti tidak hanya menjelaskan isi masing-masing referensi, tetapi juga membandingkan, menghubungkan, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan berdasarkan berbagai sumber ilmiah yang digunakan.
Pendekatan ini membuat kajian pustaka menjadi lebih kritis dibandingkan hanya menyusun ringkasan penelitian terdahulu. Oleh karena itu, sintesis penelitian sering dijadikan indikator kemampuan akademik seseorang dalam memahami perkembangan ilmu pengetahuan.
Baca Juga: Langkah-Langkah Sintesis Literatur yang Sistematis untuk Penelitian Akademik
Mengapa Sintesis Penelitian Sangat Penting?
Dalam penyusunan karya ilmiah, kajian pustaka berfungsi sebagai fondasi penelitian. Apabila fondasi tersebut disusun secara baik melalui sintesis penelitian, maka penelitian yang dilakukan akan memiliki arah yang lebih jelas.
Beberapa manfaat utama sintesis penelitian antara lain sebagai berikut.
- Membantu memahami perkembangan penelitian pada suatu bidang ilmu.
- Mempermudah menemukan teori yang paling relevan.
- Mengidentifikasi persamaan dan perbedaan hasil penelitian.
- Menunjukkan posisi penelitian dibandingkan penelitian terdahulu.
- Menemukan research gap sebagai dasar kebaruan penelitian.
- Menjadi dasar penyusunan kerangka berpikir dan hipotesis.
- Meningkatkan kualitas tinjauan pustaka dalam skripsi maupun tesis.
Dengan manfaat tersebut, sintesis penelitian bukan sekadar pelengkap dalam kajian pustaka, melainkan bagian yang menentukan kualitas keseluruhan penelitian.
Perbedaan Sintesis Penelitian dan Ringkasan Literatur
Masih banyak mahasiswa yang kesulitan membedakan sintesis penelitian dengan ringkasan literatur. Padahal, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
| Aspek | Ringkasan Literatur | Sintesis Penelitian |
|---|---|---|
| Tujuan | Menjelaskan isi penelitian | Menghubungkan berbagai penelitian |
| Cara Penulisan | Satu penelitian dibahas satu per satu | Beberapa penelitian dibahas berdasarkan tema |
| Analisis | Bersifat deskriptif | Bersifat analitis dan kritis |
| Hasil | Ringkasan penelitian | Kesimpulan dari berbagai penelitian |
| Fokus | Isi penelitian | Hubungan antarpenelitian |
Melalui tabel tersebut dapat dipahami bahwa sintesis penelitian memiliki tingkat analisis yang lebih tinggi dibandingkan ringkasan biasa.
Persiapan Sebelum Menyusun Sintesis Penelitian
Penyusunan sintesis penelitian yang baik dimulai jauh sebelum proses penulisan dilakukan. Tahap persiapan sangat menentukan kualitas hasil sintesis karena berkaitan langsung dengan kualitas referensi yang digunakan.
Beberapa persiapan yang perlu dilakukan meliputi:
- Menentukan topik penelitian secara spesifik.
- Menyusun rumusan masalah.
- Menentukan variabel penelitian.
- Menyiapkan daftar kata kunci pencarian.
- Menentukan basis data jurnal yang akan digunakan.
- Menetapkan kriteria pemilihan referensi.
Persiapan yang matang akan mempermudah proses pencarian literatur sehingga peneliti tidak menghabiskan waktu untuk membaca referensi yang kurang relevan.
Menentukan Fokus Kajian
Langkah pertama dalam menyusun sintesis penelitian adalah menentukan fokus kajian. Fokus penelitian akan menjadi pedoman dalam memilih teori maupun hasil penelitian yang akan dianalisis.
Sebagai contoh, apabila penelitian membahas pengaruh literasi digital terhadap hasil belajar mahasiswa, maka referensi yang dipilih sebaiknya berkaitan dengan literasi digital, hasil belajar, teknologi pendidikan, dan teori pembelajaran yang relevan.
Semakin spesifik fokus penelitian, semakin mudah pula proses penyusunan sintesis dilakukan.
Mencari Referensi Berkualitas
Tahap berikutnya adalah mengumpulkan referensi dari berbagai sumber ilmiah terpercaya. Peneliti sebaiknya memprioritaskan jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, buku akademik, prosiding ilmiah, serta tesis atau disertasi yang relevan.
Penggunaan kata kunci yang tepat juga sangat membantu memperoleh referensi berkualitas.
Contohnya sebagai berikut.
| Topik | Kata Kunci |
|---|---|
| Literasi Digital | Digital Literacy |
| Motivasi Belajar | Learning Motivation |
| Pembelajaran Daring | Online Learning |
| Kepuasan Pelanggan | Customer Satisfaction |
| Kinerja Organisasi | Organizational Performance |
Selain menggunakan kata kunci dalam bahasa Indonesia, peneliti juga disarankan menggunakan kata kunci berbahasa Inggris agar referensi yang diperoleh lebih beragam.
Menyeleksi Referensi yang Relevan
Setelah berbagai referensi berhasil dikumpulkan, tahap selanjutnya adalah melakukan seleksi. Tidak semua jurnal yang ditemukan harus digunakan dalam penelitian.
Kriteria seleksi yang dapat digunakan meliputi:
- sesuai dengan topik penelitian;
- diterbitkan dalam jurnal bereputasi;
- menggunakan metode penelitian yang jelas;
- memiliki teori yang relevan;
- diterbitkan dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun terakhir (kecuali teori klasik).
Dengan melakukan seleksi secara cermat, kualitas sintesis penelitian akan meningkat karena hanya menggunakan referensi yang benar-benar mendukung penelitian.
Membaca Literatur Secara Kritis
Membaca jurnal ilmiah tidak cukup dilakukan secara sekilas. Peneliti perlu memahami setiap bagian penelitian, mulai dari tujuan, metode, hasil, hingga keterbatasannya.
Beberapa informasi yang perlu dicatat antara lain:
- tujuan penelitian;
- teori yang digunakan;
- metode penelitian;
- jumlah responden;
- teknik analisis data;
- hasil penelitian;
- rekomendasi penelitian selanjutnya.
Catatan tersebut nantinya akan mempermudah proses analisis ketika menyusun sintesis penelitian.
Membuat Tabel Sintesis Penelitian
Salah satu teknik yang paling efektif adalah membuat tabel sintesis sebelum mulai menulis. Tabel ini membantu peneliti membandingkan berbagai penelitian secara lebih mudah.
Contoh format tabel sintesis sebagai berikut.
| Penulis | Variabel | Metode | Temuan |
|---|---|---|---|
| Penelitian A | Literasi Digital | Kuantitatif | Berpengaruh positif terhadap hasil belajar |
| Penelitian B | Literasi Digital | Mixed Methods | Dipengaruhi motivasi belajar |
| Penelitian C | Literasi Digital | Kualitatif | Dipengaruhi kesiapan teknologi |
Melalui tabel tersebut, hubungan antarpenelitian akan terlihat lebih jelas sehingga proses penyusunan narasi menjadi lebih mudah.
Mengelompokkan Penelitian Berdasarkan Tema
Setelah tabel sintesis selesai dibuat, langkah berikutnya dalam cara menyusun sintesis penelitian adalah mengelompokkan referensi berdasarkan tema yang sama. Pendekatan ini membuat pembahasan lebih sistematis dibandingkan mengulas penelitian berdasarkan urutan tahun atau nama penulis.
Sebagai contoh, apabila topik penelitian berkaitan dengan literasi digital, hasil penelitian dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tema seperti pengaruh terhadap hasil belajar, faktor-faktor yang memengaruhi literasi digital, strategi penerapan, dan tantangan implementasi. Dengan demikian, pembaca akan lebih mudah memahami hubungan antartemuan penelitian.
Pengelompokan berdasarkan tema juga membantu peneliti menemukan pola yang berulang sehingga lebih mudah menarik kesimpulan dan menyusun argumen yang kuat.

Cara Menyusun Sintesis Penelitian dengan Membandingkan Hasil Studi
Tahapan berikutnya adalah membandingkan berbagai hasil penelitian yang telah dikelompokkan. Pada tahap ini, peneliti tidak sekadar menjelaskan isi jurnal, melainkan menganalisis persamaan, perbedaan, serta alasan yang menyebabkan adanya variasi hasil penelitian.
Sebagai ilustrasi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa. Namun, penelitian lain menemukan bahwa peningkatan motivasi hanya terjadi apabila didukung oleh kompetensi dosen dan infrastruktur teknologi yang memadai.
Perbedaan tersebut dapat dijelaskan berdasarkan karakteristik responden, metode penelitian, lokasi penelitian, maupun variabel yang digunakan. Analisis seperti ini menunjukkan bahwa peneliti memahami konteks penelitian secara lebih mendalam.
Menemukan Research Gap sebagai Dasar Penelitian
Salah satu tujuan utama sintesis penelitian adalah menemukan research gap atau kesenjangan penelitian. Research gap merupakan aspek yang belum banyak dibahas atau masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Beberapa cara menemukan research gap antara lain:
- menemukan hasil penelitian yang saling bertentangan;
- mengidentifikasi variabel yang belum pernah dikombinasikan;
- menemukan objek penelitian yang masih terbatas;
- melihat keterbatasan metode yang digunakan penelitian sebelumnya;
- mengamati perkembangan teknologi atau fenomena baru yang belum dikaji.
Berikut contoh bentuk research gap yang umum ditemukan.
| Sumber Research Gap | Contoh |
|---|---|
| Perbedaan hasil penelitian | Sebagian penelitian menunjukkan pengaruh positif, sebagian lainnya tidak signifikan. |
| Keterbatasan objek | Penelitian hanya dilakukan pada siswa SMA, belum pada mahasiswa. |
| Variabel baru | Belum ada penelitian yang menghubungkan literasi digital dengan kemampuan berpikir kritis. |
| Metode penelitian | Sebagian besar menggunakan metode kuantitatif, sedangkan penelitian kualitatif masih terbatas. |
| Perubahan kondisi | Penelitian dilakukan sebelum berkembangnya teknologi AI. |
Kemampuan menemukan research gap akan memperkuat alasan mengapa penelitian baru perlu dilakukan.
Menulis Narasi Sintesis Penelitian yang Kritis
Tahap berikutnya dalam cara menyusun sintesis penelitian adalah mengubah hasil analisis menjadi narasi yang runtut. Narasi sintesis tidak ditulis dengan cara menjelaskan satu jurnal demi satu jurnal, melainkan menghubungkan berbagai penelitian dalam satu pembahasan.
Sebagai contoh, peneliti dapat menuliskan bahwa sebagian besar penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif literasi digital terhadap hasil belajar. Namun, tingkat pengaruh tersebut dipengaruhi oleh motivasi belajar, kemampuan teknologi, serta dukungan lingkungan pembelajaran. Dari berbagai penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa literasi digital menjadi faktor penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran.
Model penulisan seperti ini menunjukkan adanya analisis, bukan sekadar rangkuman.
Contoh Cara Menyusun Sintesis Penelitian
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana penyusunan sintesis penelitian.
Misalnya terdapat tiga penelitian mengenai penggunaan media pembelajaran digital.
| Penelitian | Temuan |
|---|---|
| Penelitian A | Media digital meningkatkan motivasi belajar. |
| Penelitian B | Media interaktif meningkatkan hasil belajar mahasiswa. |
| Penelitian C | Efektivitas media dipengaruhi kompetensi dosen. |
Sintesis yang baik dapat ditulis sebagai berikut:
“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran digital memberikan dampak positif terhadap proses belajar. Selain meningkatkan motivasi belajar, media digital juga mampu meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Namun demikian, efektivitas media tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan pendidik dalam memanfaatkan teknologi serta kesiapan peserta didik. Temuan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran digital merupakan hasil interaksi antara teknologi, pengguna, dan lingkungan belajar.”
Contoh tersebut memperlihatkan bagaimana beberapa hasil penelitian digabungkan menjadi satu pembahasan yang utuh.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menyusun Sintesis Penelitian
Meskipun terlihat sederhana, masih banyak mahasiswa yang melakukan kesalahan ketika menyusun sintesis penelitian. Kesalahan tersebut dapat menyebabkan kajian pustaka menjadi kurang kritis dan tidak mampu menunjukkan kontribusi penelitian.
Beberapa kesalahan yang paling sering ditemukan meliputi:
- hanya merangkum isi jurnal tanpa melakukan analisis;
- membahas penelitian berdasarkan urutan penulis;
- menggunakan terlalu banyak kutipan langsung;
- tidak membandingkan hasil penelitian;
- tidak menunjukkan research gap;
- menggunakan referensi yang sudah tidak mutakhir;
- mengabaikan teori yang mendukung hasil penelitian.
Menghindari kesalahan tersebut akan meningkatkan kualitas kajian pustaka sekaligus memperkuat dasar penelitian.
Tips Agar Sintesis Penelitian Lebih Berkualitas
Penyusunan sintesis penelitian akan menjadi lebih efektif apabila dilakukan secara sistematis sejak awal. Beberapa tips berikut dapat membantu mahasiswa maupun peneliti menghasilkan kajian pustaka yang lebih baik.
- Gunakan referensi dari jurnal bereputasi.
- Prioritaskan artikel ilmiah yang masih relevan dan mutakhir.
- Susun tabel sintesis sebelum mulai menulis.
- Kelompokkan referensi berdasarkan tema, bukan berdasarkan penulis.
- Gunakan bahasa sendiri ketika menjelaskan hasil penelitian.
- Hubungkan teori dengan hasil penelitian empiris.
- Jelaskan alasan adanya persamaan maupun perbedaan hasil penelitian.
- Tunjukkan research gap secara jelas sebelum menyusun kerangka berpikir.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, proses penyusunan sintesis penelitian akan menjadi lebih mudah sekaligus menghasilkan pembahasan yang lebih kritis.
Penerapan Sintesis Penelitian dalam Skripsi dan Tesis
Sintesis penelitian memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai jenis karya ilmiah. Pada skripsi, sintesis membantu mahasiswa menyusun kajian pustaka yang sistematis sehingga hubungan antara teori dan penelitian terdahulu menjadi lebih jelas.
Pada tesis dan disertasi, sintesis penelitian umumnya dilakukan dengan cakupan referensi yang lebih luas. Peneliti tidak hanya membandingkan hasil penelitian, tetapi juga mengevaluasi perkembangan teori, metodologi, dan tren penelitian dalam suatu bidang ilmu. Oleh karena itu, kemampuan menyusun sintesis penelitian menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki oleh setiap akademisi.
Baca Juga: Definisi Penelitian Pengembangan: Pengertian dan Contoh
Kesimpulan
Memahami cara menyusun sintesis penelitian merupakan langkah penting dalam menghasilkan skripsi dan tesis yang berkualitas. Sintesis penelitian bukan sekadar mengumpulkan atau merangkum referensi, melainkan menghubungkan berbagai teori dan hasil penelitian terdahulu sehingga membentuk pembahasan yang logis, kritis, dan sistematis. Proses tersebut dimulai dari menentukan fokus penelitian, mencari referensi berkualitas, melakukan seleksi sumber, membaca secara kritis, menyusun tabel sintesis, mengelompokkan penelitian berdasarkan tema, membandingkan hasil penelitian, menemukan research gap, hingga menyusun narasi yang menunjukkan hubungan antartemuan penelitian.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, peneliti dapat menghasilkan kajian pustaka yang lebih kuat, memperjelas kontribusi penelitian, dan meningkatkan kualitas keseluruhan karya ilmiah. Selain memenuhi standar akademik, sintesis penelitian yang baik juga menjadi dasar dalam menyusun kerangka berpikir, hipotesis, serta pembahasan hasil penelitian.
Apabila Anda sedang menyusun skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah, maupun publikasi jurnal dan membutuhkan pendampingan dalam menyusun sintesis penelitian, menemukan research gap, melakukan analisis data, hingga proses publikasi ilmiah, RuangJurnal.com siap menjadi mitra konsultasi akademik yang profesional. Melalui layanan yang sistematis dan didukung oleh tim berpengalaman, RuangJurnal.com membantu peneliti menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas, sesuai kaidah akademik, dan siap dipublikasikan.
Bagi Anda yang sedang mempersiapkan artikel ilmiah bidang teknik, membutuhkan bantuan analisis data, proofreading akademik, pengecekan similarity, penerjemahan artikel, pemilihan jurnal target, hingga pendampingan submit jurnal Scopus, layanan konsultasi akademik profesional dapat membantu meningkatkan kualitas manuskrip sekaligus memperbesar peluang publikasi pada jurnal bereputasi internasional.










