Plagiarisme(2)

Daftar Isi

RuangJurnal.com – Kami melayani jasa publikasi jurnal sinta tercepat untuk berbagai kebutuhan anda, seperti kenaikan pangkat, syarat kelulusan, dan masih banyak lagi. Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Teknik Plagiarisme(2)

B. Ciri-ciri Plagiarisme

Dalam menulis karya ilmiah mengutip merupakan kegiatan yang tidak dapat dihindari. Tindakan ini sangat dianjurkan karena perujukan dan pengutipan akan membantu perkembangan ilmu. Dengan melakukan pengutipan dan perujukan maka gagasan seseorang akan menjadi lebih luas, Namun apabila seseorang sengaja tidak menyebutkan sumber rujukan ataupun salah menyebutkan sumber rujukan dapat menyebabkan seseorang terjerat tindakan plagiasi. Tindakan plagiasi atau plagiarisme ini dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu:

a. Plagiarisme ide

Plagiarisme tipe ini merupakan plagiarisme dimana seseorang menjiplak ide orang lain dalam membuat sebuah karya. Tipe plagiarisme ini sulit dibuktikan karena ide itu bersifat abstrak dan kemungkinan memiliki persamaan dengan ide orang lain. Misalnya membuat karya dengan menjiplak ide orang lain, hanya diubah sedikit namun intinya ide tetap sama dengan yang dijiplak

b. Plagiarisme kata demi kata

Tipe ini yaitu apabila mengutip karya orang lain kata demi kata tanpa menyebutkan sumbernya sampai seluruh ide penulis aslinya benar-benar terambil. Misalnya dengan mengambil beberapa kata/kalimat dari karya seseorang lalu diletakkan pada karyanya sendiri pada bagian-bagian tertentu sampai isinya sama dengan karya yang dijiplak.

c. Plagiarisme atas sumber

Plagiarisme tipe ini merupakan plagiarisme dimana seseorang tidak menyebutkan secara lengkap sumber referensi yang dirujuk dalam kutipan. Misalnya pada penulisan footnote tidak memadai (tidak disertakan nama penulis) atau disisipi footnote dengan halaman yang tidak sesuai.

d. Plagiarisme kepengarangan

Plagiarisme tipe ini yaitu apabila seseorang mengakui karya orang lain sebagai karyanya sendiri. Tindakan ini dilakukan dengan kesadaran dan kesengajaan untuk membohongi publik. Misalnya mengganti nama karya orang lain menjadi nama nya sendiri untuk mendapatkan nilai.

Menurut R. Masri Sareb Putra plagiarisme terdiri dari beberapa bentuk. Bentuk-bentuk plagiarisme tersebut antara lain:

Plagiat langsung

Plagiat jenis ini merupakan plagiat yang berat dimana seseorang menyalin secara langsung sumber kata demi kata tanpa menunjukkan bahwa itu merupakan kutipan dan sama sekali tidak menyebutkan sumbernya.

b. Plagiat karena kutipannya tidak jelas atau salah kutip

Plagiat jenis ini yaitu plagiat dimana tidak ditunjukkan sumber rujukan secara jelas dimana awal dan akhirnya dalam suatu karya. Jadi dalam hal ini si plagiat tidak membedakan bagian yang sebenarnya ia kutip.

142

c. Plagiat mosaik

Plagiat jenis ini merupakan plagiat yang sering terjadi. Plagiat jenis ini yaitu dimana penulis tidak menyebutkan sumber aslinya, penulis hanya mengubah kata-kata dalam kutipannya. Istilah ini seperti parafrasa dimana dalam membuat parafrasa kalimat atau kutipan yang akan ditulis diubah dengan kata-kata sendiri namun bedanya dalam pembuatan parafrasa harus dicantumkan sumber aslinya dengan jelas.

Tabel 2

Ciri-ciri Plagiarisme

1 Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri

2 Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri

3 Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri

4 Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,

5 Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya

6 Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan

7 Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

C. Menghindari Plagiarisme

Beberapa upaya telah dilakukan institusi perguruan tinggi untuk menghi ndarikan masyarakat akademisnya, dari tindakan plagiarisme, sengaja maupun tidak sengaja. Berikut ini, pencegahan dan berbagai bentuk pengawa

143

san yang dilakukan antara lain (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nom or 17 Tahun 2010 Pasal 7):

1. Karya mahasiswa (skripsi, tesis dan disertasi) dilampiri dengan surat pernyataan bermeterai, yang menyatakan bahwa karya ilmi ah tersebut tidak mengandung unsur plagiat.

2. Pimpinan Perguruan Tinggi berkewajiban mengunggah semua karya ilm iah yang dihasilkan di lingkungan perguruan tinggi, seperti portal Garud a atau portal lain yang ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi.

3. Sosialisasi terkait dengan UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 kepada s eluruh masyarakat akademis..

Berikut ini tips menghindari plagiarisme dari Gamatechno.

a. Sertakan sitasi

Ketika seseorang menggunakan gagasan, informasi, pun opini yang bukan buah pikir sendiri, sitasi adalah sebuah keharusan. Hal tersebut juga berlaku meskipun penulis tidak menggunakan kata-kata yang sama. persis. Penyertaan sitasi di sini artinya penulis harus memberikan keterangan dari mana informasi yang dituliskan didapat. Sumber tersebut tidak hanya untuk buku, jurnal, skripsi, atau rekaman audio/visual, namun juga sitasi untuk gagasan dari internet juga harus dicantumkan, Penulisan sitasi juga penting untuk dilakukan ketika penulis merasa ragu dengan keakuratan informasi yang disajikan. Sitasi dapat berupa body note maupun foot note.

b. Catat berbagai sumber daftar pustaka sejak awal

Daftar pustaka adalah salah satu kewajiban yang tidak boleh dilupakan ketika menulis karya tulis. Sayangnya, masih ada yang baru mendata ulang daftar pustaka setelah tulisan selesai. Hal seperti itu tidak salah, namun sangat berpotensi untuk melewatkan satu, dua, atau beberapa

sumber sekaligus. Dalam artian, sitasinya telah tercantum di body note atau foot note namun luput dalam daftar pustaka. Dengan mendata apa saja sumber yang dipakai sejak awal, kesalahan bisa diminimalisir, pun akan sangat membantu dalam penyusunan daftar pustaka.

c. Lakukan parafrase

Tulisan yang hanya menggunakan kutipan langsung lebih berpotensi dianggap melakukan plagiarisme. Cara menyikapinya adalah dengan melakukan parafrase-menggunakan susunan kalimat sendiri-dari sumber asli dengan tetap mencantumkan sitasi. Parafrase juga lebih mudah untuk dilakukan sebab formatnya tidak serumit jika menggunakan cara pengutipan langsung.

d. Lakukan interpretasi

Untuk memperkuat gagasan yang disampaikan, terkadang ada pendapat yang harus dijadikan bahan pembanding atau dipinjam. Dalam hal ini, bisa jadi analisisnya terlalu rumit maupun butuh interpretasi tambahan. Interpretasi dilakukan seperlunya.

e. Gunakan aplikasi antiplagiarisme

Terakhir, apabila penulis masih merasa khawatir dengan hasil akhir karya tulisnya, aplikasi antiplagiarisme dapat dicoba. Misalnya menggunakan aplikasi gtPlagiarism Test. Dengan antiplagiarisme, tulisan yang dihasilkan bisa dibandingkan dengan tulisan-tulisan yang sudah aplikasi terbit sebelumnya. Aplikasi akan menunjukkan berapa persen tingkat kemiripan yang ditemukan.

Demikian panduan mengenai Teknik Plagiarisme, apabila membutuhkan layanan pembuatan jurnal sinta untuk menghemat waktu anda. Dapat menghubungi admin ruang jurnal


Gunawan, C. I. 2017. Pedoman dan Strategi Menulis Buku Ajar dan Referensi bagi Dosen (Tingkat Dasar). Malang: CV. IRDH

Kontak Sekarang

Daftar Jurnal

Latest Post

This will close in 20 seconds