Rancangan Buku (1)

Daftar Isi

RuangJurnal.com – Kami melayani jasa publikasi jurnal sinta tercepat untuk berbagai kebutuhan anda, seperti kenaikan pangkat, syarat kelulusan, dan masih banyak lagi. Namun, sebelum itu, anda bisa menyimak bahasan di bawah ini mengenai Rancangan Buku (1)

Ꭰalam bab-bab sebelumnya telah dibicarakan bagaimana merencanakan dan mengembangkan isi buku teks pelajaran. Bab ini akan menjelaskan langkah berikutnya, yaitu bagaimana membuat rancangan naskah itu menjadi buku. Sebelum program komputer dikembangkan sehingga dapat membuat desktop publishing, rancangan atau desain buku dibuat oleh perancang buku (book designer) di penerbit. Akan tetapi, sekarang ini penulis buku sendiri dapat membuat rancangan naskah menjadi buku untuk dibicarakan dengan penerbit yang akan menerbitkan naskah tersebut. Dengan demikian, penulis buku teks perlu mengetahui prinsip-prinsip dasar dalam membuat rancangan buku.

            Berikut ini akan dijelaskan mengenai (1) ukuran buku, (2) ukuran huruf dan spasi baris, (3) jenis huruf, (4) spasi dan susunan, (5) teknik menulis teks, (6) ilustrasi, dan (7) anatomi buku teks pelajaran.

            Dengan mempelajari Bab 9 ini diharapkan pembaca memperoleh pengalaman tentang rancangan buku yang baik.

A. Ukuran Buku

Ukuran buku akan menjadi acuan dalam merencanakan unsur-unsur desain berikutnya. Oleh karena itu, ukuran buku perlu direncanakan terlebih dahulu. Di perpustakaan atau di toko buku, terlihat buku dalam berbagai ukuran. Selama ini belum ada hasil penelitian yang dapat dijadikan acuan umum dalam menentukan ukuran buku. Akan tetapi, banyak penerbit memilih ukuran buku berdasarkan kepraktisan memakainya. Misalnya, untuk novel dan kamus saku, dipilih ukuran yang mudah dibawa dan dapat dimasukkan ke dalam saku. Atlas dibuat dalam ukuran besar supaya mudah melihat atau menjelaskan tempat-tempat yang dicari. Pembaca ingin melihat lokasi tempat yang dia cari dalam konteks yang luas.

Menentukan ukuran buku yang tepat tidak selalu sederhana dan mudah. Di samping faktor kepraktisan penggunaannya, terdapat faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti jenis informasi yang disampaikan, sasaran pembaca, kesukaan pembaca, biaya produksi dan pemasaran, ukuran kertas yang standar, dan yang paling utama adalah efisiensi penggunaan bahan produksi, seperti kertas dan tinta cetak.

Agar kertas tidak banyak terbuang, ukuran buku mengacu pada standar ukuran kertas yang ditetapkan oleh International Organization for Standardization (ISO). Ukuran kertas yang dibuat ISO dibagi dalam tiga seri ukuran, yaitu A, B, dan C. Seri C adalah untuk amplop sehingga tidak dibicarakan lebih lanjut. Perincian ukuran kertas seri A dan B adalah seperti terlihat dalam tabel berikut ini.

Seri A Seri B 
JenisUkuran (mm)JenisUkuran (mm)
A0841 x 1189B01000 x 1414
A1594 x 841B1707 x 1000
A2420 x 594B2500 x 707
A3297 x 420B3353 x 500
A4210 x 297B4250 x 353
A5148 x 210B5176 x 250
A6105 x 148B6125 x 125
A774 x 105B788 x 125
A852 x 74B862 x 88
A937 x 52B944 x 62
A1026 x 37B1031 x 44

Dari kedua seri itu, di Inggris seri A lebih banyak dipergunakan khususnya jenis A4 dan A5.

Dasar ISO membuat ukuran untuk masing-masing jenis ukuran itu adalah bahwa dengan ukuran itu, bentuk dan proporsi kertas tetap sama seperti bentuk aslinya sampai ukuran yang terkecil seperti terlihat pada gambar berikut ini.

Buku dicetak dengan melipat dari kertas dasarnya separuh: sekali, dua kali, atau tiga kali lebih, maka semuanya akan dalam rasio 1:√2. sehingga tidak ada kertas yang terbuang. Ukuran buku bergantung pada jenis/isi buku serta pembaca sasaran. Sebagai panduan, ukuran buku berdasarkan pemakainya di sekolah adalah sebagai berikut.

Tabel 9.2

Ukuran dan Bentuk Buku Teks Pelajaran

SekolahUkuran bukuBentuk
SD/MI kelas 1-3A4(210 x 297 mm )Vertical atau landscape
 A5(148 x 210 mm )Vertical atau landscape
 B5(176 x 250 mm )Vertical atau landscape
SD/MI kelas 4-6A4(210 x 297 mm )Vertical atau landscape
 A5(148 x 210 mm )Vertical
 B5(176 x 250 mm )Vertical
SMP/MTS dan SMA/MA SMK/MAKA4(210 x 297 mm )Vertical atau landscape
 A5(148 x 210 mm )Vertical
 B5(176 x 250 mm )Vertical

Penjilidan buku dapat pada bagian atas atau samping kiri serta tampilannya dapat horizontal (landscape) atau vertikal (potrait). Teks dapat disusun dalam satu, dua atau tiga kolom seperti contoh berikut.

Panjang kalimat dalam satu baris maksimal 10 kata dengan toleransi 10 persen. Ilustrasi ditempatkan menyatu dengan teks. Komposisi ilustrasi dan teks bergantung pada jenis isi dan pembaca sasaran. Sebagai panduan, komposisi ilustrasi dan teks adalah sebagai berikut.

Tabel 9.3

Perbandingan Ilustrasi dan Teks dalam Buku Teks Pelajaran

SekolahIlustrasi: Teks
Pro sekolah90:10
SD/MI Kelas I-III60:40
SD/MI Kelas30:70
SMP/MTS20:80
SMA/MA/SMK/MAK10:90

Dalam merencanakan ukuran buku yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut.

1. Bagaimana, kapan, dan di mana buku itu akan dipergunakan. Unsur ini berkaitan dengan:

  • berat dan ukuran buku sesudah dicetak. Buku yang berat akan berpengaruh pada cara membawa dan menyimpannya;
  • cara menjilid buku yang berpengaruh pada kemudahan membuka dan menggunakannya;
  • cara penyimpanannya, apakah di rak atau di atas meja,buku dengan ukuran A4 sulit menempatkannya di rak buku yang standar;
  • ukuran dan jenis huruf:
  • Apakah akan dibaca dalam jarak dekat atau jauh?
  • Di cahaya yang cukup terang?
  • Berbarengan dengan kegiatan lain?
  • Misalnya seperti buku resep memasak.
  • Untuk orang muda/tua, dengan penglihatan yang baik/buruk?
  • Apakah dalam teks menggunakan rumus-rumus, aksara asing, atau huruf-huruf khusus?

2. Bagaimana naskah itu akan digandakan/dicetak/ditampilkan.

  • Kesulitan apa yang mungkin dihadapi dengan ukuran yang sudah ditetapkan?
  • Apakah ukuran buku yang sudah ditetapkan memengaruhi
  • cara penggandaan/pencetakan/penama?
  • Apakah buku ini akan difotokopi berulang-ulang sehingga dapat memengaruhi keterbacaannya?

3. Apakah perlu dikonsultasikan dengan ahli lain.

  • Apakah perlu dibicarakan kemungkinan kesulitan dengan percetakan termasuk berkaitan kesesuaian ukuran buku dengan mesin cetak yang tersedia?
  • Apakah perlu dibicarakan dengan juru potret atau ilustrator berkaitan dengan gambar dan ilustrasi isi buku?

4. Bagaimana biaya produksi dan pemasaran?

  • Bagaimana daya beli pembaca?
  • Apakah perlu diiklankan?
  • Apakah mutu kertas penting?
  • Apakah memerlukan warna lain selain warna hitam?

B. Tata Letak

Pertimbangan utama dalam membuat tata letak teks adalah kemudahan bagai pembaca untuk melihat secara cepat keseluruhan isi naskah mulai dari judul, subjudul, perincian subjudul, tabel, diagram, dan sebagainya. Tata letak buku teks jelas berbeda dengan novel atau buku cerita karena struktur isi buku teks pelajaran lebih rumit. Selain struktur, juga perlu diperhatikan penggunaan buku teks pelajaran di kelas. Buku teks pelajaran dipakai secara bertahap mengikuti pokok bahasan yang berurutan. Di samping itu, siswa menggunakannya bersamaan waktunya dengan berbagai kegiatan lain, misalnya sambil memperhatikan penjelasan guru, sambil mengerjakan tugas, sambil berdiskusi, atau sambil melakukan pengamatan. Tata letak buku teks pelajaran harus dirancang untuk mendukung situasi belajar seperti itu.

Salah satu kelemahan buku teks pelajaran yang sering ditemukan adalah bagian-bagian yang saling terkait secara fungsional tidak ditempatkan konsisten. Misalnya, ilustrasi ditempatkan terpisah dari teks yang terkait, sehingga membingungkan dan menyulitkan siswa belajar. Untuk menghindari kelemahan yang demikian, sejak perencanaan awal sudah dibuat rancangan tata letak yang mengatur tempat judul, subjudul, nomor halaman, judul berjalan (running titles). Kalau dalam mengatur tata letak secara tradisional dipergunakan style sheet, dengan menggunakan komputer, konsistensi tata letak judul, subjudul, ilustrasi, teks, nomor halaman, dan judul berjalan dapat diatur lebih mudah. Di samping itu, ukuran halaman, margin, dan jumlah baris per halaman dan lebar kolom dapat direncanakan dan dibuat secara konsisten dengan menggunakan komputer dalam mengetik naskah.

Tata letak buku juga dipengaruhi oleh ukuran huruf dan spasi dalam setiap baris yang akan dijelaskan berikut ini.

literasi digital untuk guru

C. Ukuran Huruf dan Spasi dalam Baris

Sampai sekarang ini belum ada hasil penelitian yang dapat dijadikan acuan kuat untuk menentukan ukuran huruf dan spasi dalam baris, dan panjang baris untuk buku teks pelajaran. Penelitian yang ada pada umumnya untuk teks yang berkelanjutan, bukan seperti naskah buku teks pelajaran yang memiliki subjudul dan perincian. Di samping itu, tampilan teks yang diteliti adalah rata kiri dan kanan yang mengakibatkan spasi antarkata dalam baris menjadi tidak konsisten.

Demikian panduan mengenai Rancangan Buku (1), apabila membutuhkan layanan pembuatan jurnal sinta untuk menghemat waktu anda. Dapat menghubungi admin ruang jurnal


Sumber: Sitepu, B.P. 2015. Penulisan Buku Teks Pelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Kontak Sekarang

Daftar Jurnal

Latest Post

This will close in 20 seconds