Mengubah tesis menjadi artikel untuk jurnal terindeks Scopus merupakan salah satu strategi publikasi yang banyak dipilih mahasiswa, dosen, dan peneliti. Tesis biasanya memuat penelitian secara lengkap, mulai dari latar belakang, tinjauan pustaka, metode, hasil analisis, hingga pembahasan. Sementara itu, artikel jurnal menuntut penyajian yang lebih ringkas, fokus, dan memiliki kontribusi ilmiah yang jelas.
Karena itu, mengubah tesis menjadi artikel bukan sekadar memangkas jumlah halaman. Penulis perlu menyusun ulang argumentasi, memilih temuan paling penting, memperkuat kontribusi penelitian, memperbarui referensi, serta menyesuaikan naskah dengan karakteristik jurnal yang dituju.
Target jurnal terindeks Scopus juga membuat proses tersebut membutuhkan persiapan lebih matang. Scopus bukan nama sebuah format artikel, melainkan salah satu basis data abstrak dan sitasi ilmiah. Jurnal yang tercakup di dalamnya memiliki karakteristik dan standar yang beragam. Oleh sebab itu, penulis tidak cukup hanya mencari jurnal yang “masuk Scopus”, tetapi perlu memilih jurnal yang benar-benar sesuai dengan topik dan kualitas penelitian.

Mengapa Tesis Perlu Diubah Sebelum Menjadi Artikel?
Tesis dan artikel jurnal memiliki tujuan komunikasi yang berbeda. Tesis ditulis untuk menunjukkan bahwa mahasiswa mampu melakukan penelitian secara sistematis dan mempertanggungjawabkannya secara akademik. Karena itu, tesis dapat memuat penjelasan yang panjang dan detail.
Artikel jurnal memiliki ruang yang jauh lebih terbatas. Pembaca biasanya ingin mengetahui masalah penelitian, kesenjangan penelitian, metode yang digunakan, temuan utama, serta kontribusi penelitian tanpa harus membaca penjelasan yang terlalu panjang.
Perbedaan tersebut membuat struktur tesis tidak dapat langsung dipindahkan ke artikel. Bagian-bagian yang terlalu umum perlu diringkas, sedangkan temuan yang memiliki nilai kebaruan perlu mendapatkan ruang pembahasan yang lebih besar.
Dengan kata lain, proses konversi tesis menjadi artikel adalah proses mengubah cara menyampaikan penelitian, bukan sekadar mengurangi jumlah kata.
Baca Juga: 100+ Jurnal Terindeks Scopus Gratis Bidang Ilmu Lingkungan
Memahami Karakteristik Jurnal Terindeks Scopus
Sebelum mulai menulis ulang tesis, penulis perlu memahami karakter jurnal yang ingin dituju. Setiap jurnal mempunyai aims and scope, jenis artikel, gaya penulisan, target pembaca, serta kebijakan editorial yang berbeda.
Jangan menggunakan pendekatan “artikel sudah selesai, kemudian mencari jurnal”. Strategi yang lebih efektif adalah menentukan target jurnal sejak tahap awal pengembangan manuskrip. Dengan demikian, penulis dapat menyesuaikan fokus artikel dengan kebutuhan pembaca jurnal tersebut.
Selain itu, status indeksasi jurnal perlu diverifikasi melalui sumber resmi dan informasi terkini. Jangan hanya mengandalkan logo Scopus yang tercantum di website jurnal. Status suatu jurnal dapat berubah, sehingga pemeriksaan perlu dilakukan ketika akan melakukan submission.
Penting pula membedakan antara jurnal terindeks Scopus dengan jurnal yang sekadar mengklaim sedang menuju Scopus. Klaim seperti “Scopus submitted” atau “Scopus under evaluation” tidak sama dengan status jurnal yang sudah tercakup dalam database.
Tentukan Temuan Utama dari Tesis
Satu tesis dapat menghasilkan banyak temuan. Namun, artikel jurnal biasanya tidak perlu membawa seluruh hasil penelitian tersebut.
Penulis harus menentukan satu fokus utama yang ingin disampaikan. Fokus tersebut dapat berupa hubungan antarvariabel yang paling penting, temuan yang bertentangan dengan penelitian sebelumnya, model baru, implikasi kebijakan, atau fenomena yang belum banyak dijelaskan dalam literatur.
Sebagai contoh, sebuah tesis manajemen meneliti pengaruh lima faktor terhadap loyalitas pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua faktor yang memberikan pengaruh signifikan dan salah satunya memiliki temuan yang berbeda dengan penelitian terdahulu.
Artikel dapat difokuskan pada temuan tersebut. Dengan demikian, naskah tidak terasa seperti “tesis yang dipendekkan”, melainkan penelitian yang memiliki pertanyaan ilmiah spesifik.
Temukan Research Gap yang Lebih Tajam
Salah satu perbedaan penting antara tesis dan artikel jurnal adalah tuntutan terhadap argumentasi ilmiah. Artikel perlu menjawab pertanyaan: mengapa penelitian ini penting untuk dibaca oleh komunitas ilmiah?
Jawabannya biasanya terletak pada research gap. Research gap bukan sekadar pernyataan bahwa “belum banyak penelitian yang membahas topik ini”. Penulis perlu menunjukkan apa yang belum dijelaskan, belum konsisten, atau masih diperdebatkan dalam penelitian terdahulu.
Misalnya, beberapa penelitian menemukan bahwa digital literacy meningkatkan kinerja UMKM. Namun, penelitian lain menunjukkan pengaruh tersebut tidak selalu terjadi ketika faktor lingkungan bisnis dimasukkan sebagai variabel moderasi.
Gap tersebut dapat dikembangkan menjadi argumentasi yang lebih kuat. Artikel kemudian menjelaskan bagaimana penelitian tesis memberikan bukti baru untuk membantu menjawab persoalan tersebut.
Perbarui Literatur Sebelum Menulis Artikel
Tinjauan pustaka dalam tesis belum tentu cukup untuk artikel yang akan dikirim ke jurnal internasional. Ada kemungkinan penelitian terdahulu yang digunakan dalam tesis sudah berkembang setelah tesis selesai.
Karena itu, penulis perlu melakukan pencarian literatur terbaru. Fokus pencarian sebaiknya tidak hanya pada jumlah referensi, tetapi pada relevansi dan kualitas sumber.
Literatur terbaru dapat digunakan untuk memperbarui beberapa bagian, terutama latar belakang, research gap, kerangka teori, dan pembahasan. Namun, referensi klasik tetap dapat digunakan apabila memang menjadi dasar teori yang penting.
Tujuannya bukan mengganti seluruh referensi lama, melainkan memastikan artikel mencerminkan perkembangan penelitian terbaru di bidang tersebut.
Buat Judul yang Lebih Spesifik
Judul tesis sering kali panjang karena harus menjelaskan banyak unsur penelitian. Artikel jurnal membutuhkan judul yang lebih ringkas dan informatif.
Judul sebaiknya memberi gambaran tentang objek, variabel atau fenomena utama, serta konteks penelitian jika memang relevan. Hindari memasukkan terlalu banyak informasi yang membuat judul sulit dipahami.
Misalnya, judul tesis:
“Analisis Pengaruh Digital Leadership, Organizational Culture, Employee Engagement, dan Work Environment terhadap Employee Performance pada Karyawan Perusahaan X di Kota Y”
dapat dikembangkan menjadi judul artikel yang lebih fokus:
“Digital Leadership and Employee Performance: The Mediating Role of Employee Engagement”
Judul kedua lebih ringkas dan menonjolkan hubungan ilmiah yang menjadi fokus artikel.
Susun Ulang Pendahuluan
Pendahuluan tesis biasanya dimulai dari konteks yang sangat luas dan menjelaskan latar belakang penelitian secara panjang. Artikel jurnal membutuhkan pendekatan yang lebih padat.
Pendahuluan idealnya bergerak dari masalah atau fenomena menuju kondisi literatur, kemudian research gap, tujuan penelitian, dan kontribusi.
Penulis tidak perlu memasukkan seluruh statistik, sejarah, atau uraian umum yang terdapat dalam tesis. Pilih informasi yang benar-benar mendukung alasan mengapa penelitian perlu dilakukan.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah memasukkan terlalu banyak kutipan tanpa membangun argumentasi. Referensi seharusnya digunakan untuk mendukung alur pemikiran, bukan menggantikannya.
Ringkas Metodologi Tanpa Menghilangkan Informasi Penting
Bagian metode perlu cukup detail agar pembaca dapat memahami bagaimana penelitian dilakukan. Namun, artikel tidak membutuhkan seluruh uraian teknis seperti tesis.
Informasi utama yang perlu dipertahankan mencakup desain penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, instrumen, variabel, teknik analisis, serta prosedur penting yang berkaitan dengan validitas hasil.
Jika menggunakan SEM-PLS, misalnya, artikel dapat menjelaskan konstruk, indikator, prosedur pengujian model pengukuran, model struktural, dan kriteria evaluasi yang digunakan. Tidak semua langkah teknis yang terdapat dalam tesis harus dimasukkan jika tidak relevan dengan argumentasi artikel.
Kuncinya adalah keseimbangan. Metode harus cukup transparan untuk memungkinkan pembaca memahami dan menilai kualitas penelitian.
Pilih Hasil yang Paling Relevan
Tesis sering memiliki banyak tabel. Artikel jurnal tidak perlu menampilkan seluruh tabel tersebut.
Penulis harus memilih hasil yang secara langsung menjawab pertanyaan penelitian. Tabel tambahan yang tidak memberikan kontribusi signifikan dapat dipindahkan ke lampiran jika jurnal mengizinkannya atau dihilangkan.
Untuk penelitian kuantitatif, jangan hanya menyajikan nilai statistik. Jelaskan pula makna hasil tersebut. Pembaca perlu mengetahui apa arti koefisien, hubungan, atau efek yang ditemukan terhadap persoalan penelitian.
Dengan cara ini, bagian hasil tidak berubah menjadi sekadar kumpulan angka.
Perkuat Pembahasan
Pembahasan merupakan salah satu bagian yang sangat menentukan kualitas artikel. Di sinilah penulis menunjukkan kemampuan menginterpretasikan temuan.
Hindari mengulang hasil penelitian secara mentah. Jika hasil menunjukkan bahwa variabel X berpengaruh terhadap Y, pembahasan perlu menjelaskan mengapa hubungan tersebut terjadi.
Bandingkan temuan dengan penelitian sebelumnya. Apakah hasilnya mendukung teori? Apakah berbeda dengan penelitian tertentu? Jika berbeda, apa kemungkinan penyebabnya?
Perbedaan hasil bukan selalu kelemahan. Justru perbedaan tersebut dapat menjadi kontribusi apabila penulis mampu memberikan penjelasan yang masuk akal berdasarkan teori dan konteks penelitian.
Tonjolkan Novelty dan Contribution
Artikel untuk jurnal internasional membutuhkan kontribusi yang jelas. Kontribusi dapat berbentuk kontribusi teoretis, metodologis, empiris, atau praktis.
Kontribusi teoretis dapat berupa perluasan atau pengujian teori pada konteks tertentu. Kontribusi empiris dapat berupa bukti baru dari populasi atau wilayah yang belum banyak diteliti. Sementara itu, kontribusi praktis dapat membantu organisasi atau pembuat kebijakan mengambil keputusan.
Jangan menulis “penelitian ini memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan” tanpa menjelaskan kontribusinya. Jelaskan secara spesifik apa yang berubah atau bertambah setelah penelitian dilakukan.
Sesuaikan Artikel dengan Author Guidelines
Setelah struktur ilmiah selesai, langkah berikutnya adalah menyesuaikan manuskrip dengan pedoman jurnal. Setiap jurnal memiliki aturan yang dapat berbeda.
Periksa format judul, abstrak, kata kunci, panjang artikel, jumlah tabel dan gambar, gaya sitasi, format referensi, serta struktur artikel.
Jika jurnal meminta format tertentu, ikuti aturan tersebut sejak awal. Jangan menunggu sampai submission untuk melakukan penyesuaian.
Selain menghemat waktu, kepatuhan terhadap author guidelines menunjukkan bahwa penulis memahami standar publikasi jurnal yang dituju.
Strategi Memilih Target Jurnal
Pemilihan jurnal sebaiknya dilakukan berdasarkan kecocokan, bukan hanya peringkat atau kuartil.
Misalnya, tesis mengenai pendidikan tinggi lebih tepat diarahkan ke jurnal yang memang membahas pendidikan, higher education, learning, atau kebijakan pendidikan. Jurnal yang terlalu jauh dari bidang penelitian dapat menyulitkan proses review meskipun memiliki reputasi tinggi.
Penulis juga dapat membandingkan beberapa kandidat berdasarkan aspek berikut:
| Aspek | Hal yang Perlu Diperiksa |
|---|---|
| Scope | Apakah topik penelitian sesuai? |
| Pembaca | Apakah target pembaca relevan dengan hasil penelitian? |
| Artikel terbaru | Apakah ada penelitian yang mirip? |
| Indeksasi | Apakah status Scopus dapat diverifikasi? |
| Review | Apakah proses peer review dijelaskan? |
| APC | Apakah biaya publikasi transparan? |
| Waktu publikasi | Apakah timeline realistis? |
| Format | Apakah manuskrip dapat mengikuti ketentuannya? |
Membandingkan beberapa jurnal membantu penulis menghindari keputusan yang hanya didasarkan pada popularitas nama jurnal.

Hindari Jurnal Predatory
Target Scopus tidak berarti penulis boleh mengabaikan kredibilitas penerbit. Jurnal yang mengklaim memiliki indeksasi tertentu tetap harus diverifikasi.
Waspadai jurnal yang menjanjikan guaranteed acceptance, menawarkan publikasi dalam waktu sangat singkat tanpa proses review yang jelas, menggunakan klaim indeksasi yang tidak dapat ditemukan pada database resmi, atau memiliki informasi editorial yang sulit diverifikasi.
Biaya publikasi juga perlu diperiksa. Jurnal yang mengenakan APC tidak otomatis bermasalah, tetapi informasi biaya seharusnya transparan.
Memilih jurnal yang kredibel sama pentingnya dengan memperbaiki kualitas manuskrip. Jangan mempertaruhkan hasil penelitian hanya karena tergoda janji publikasi cepat.
Hindari Self-Plagiarism saat Mengonversi Tesis
Karena artikel berasal dari tesis, tingkat kemiripan tertentu memang mungkin muncul. Namun, penulis tetap perlu memperhatikan penggunaan ulang teks.
Mengubah tesis menjadi artikel sebaiknya dilakukan dengan menyusun ulang argumentasi dan menyesuaikan isi dengan tujuan publikasi. Jangan menyalin beberapa bab tesis secara utuh lalu hanya mengganti judul dan format.
Penulis juga perlu membaca kebijakan jurnal mengenai tesis dan publikasi sebelumnya. Jika jurnal meminta disclosure bahwa artikel berasal dari tesis, ikuti ketentuan tersebut.
Perlu dipahami bahwa similarity dan plagiarisme bukanlah hal yang sama. Pemeriksaan similarity harus dibaca secara kontekstual. Kutipan yang benar, istilah teknis, nama teori, dan daftar pustaka dapat menghasilkan kemiripan tanpa berarti terjadi pelanggaran.
Perhatikan Authorship
Ketika tesis melibatkan dosen pembimbing atau anggota tim penelitian, persoalan authorship perlu dibicarakan sejak awal.
Tidak semua pembimbing otomatis menjadi penulis. Sebaliknya, jika pembimbing memberikan kontribusi substantif terhadap desain penelitian, analisis, interpretasi, atau pengembangan manuskrip, kontribusi tersebut perlu dipertimbangkan berdasarkan pedoman authorship yang berlaku.
Kesepakatan sebaiknya dilakukan sebelum submission. Urutan penulis juga perlu dibicarakan berdasarkan kontribusi ilmiah, bukan semata-mata jabatan atau status akademik.
Transparansi dalam authorship dapat mencegah konflik dan menjaga integritas publikasi.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
Proses mengubah tesis menjadi artikel sering mengalami kendala karena penulis masih memperlakukan manuskrip seperti tesis. Kesalahan tersebut dapat membuat artikel terlalu panjang dan kehilangan fokus.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:
- Memasukkan seluruh isi tesis. Artikel harus memiliki fokus dan pesan utama.
- Menggunakan terlalu banyak referensi lama. Literatur perlu diperbarui sesuai perkembangan bidang.
- Tidak menjelaskan novelty. Penulis perlu menunjukkan kontribusi yang diberikan.
- Memilih jurnal hanya karena kuartilnya tinggi. Kesesuaian scope lebih penting daripada sekadar mengejar peringkat.
- Mengabaikan author guidelines. Format dan struktur jurnal harus dipatuhi.
- Mengubah data agar hasil terlihat signifikan. Temuan harus dilaporkan secara jujur.
- Mengandalkan jasa yang menjanjikan artikel pasti terbit. Tidak ada pihak yang dapat menjamin keputusan editor dan reviewer.
Kesalahan tersebut dapat dikurangi dengan membuat strategi publikasi sebelum artikel mulai ditulis.
Tips Praktis agar Konversi Tesis Lebih Efektif
Penulis dapat membuat proses konversi lebih efisien dengan memecahnya menjadi beberapa tahap. Jangan mencoba mengubah seluruh tesis dalam satu kali proses.
Mulailah dengan menentukan target jurnal dan fokus artikel. Setelah itu, susun ulang pendahuluan berdasarkan research gap, ringkas metode, pilih hasil utama, dan kembangkan pembahasan yang menekankan kontribusi.
Beberapa tips praktis yang dapat diterapkan adalah:
- Tentukan satu pesan utama artikel.
- Pilih jurnal target sebelum naskah final selesai.
- Baca minimal beberapa artikel terbaru dari jurnal tersebut.
- Gunakan struktur dan gaya penulisan yang konsisten dengan jurnal target.
- Perbarui literatur yang relevan.
- Hindari memasukkan hasil yang tidak mendukung fokus artikel jika memang tidak relevan, tetapi jangan menyembunyikan temuan yang bertentangan dengan hipotesis.
- Periksa tabel dan gambar agar tidak berlebihan.
- Lakukan proofreading sebelum submission.
- Pastikan seluruh penulis menyetujui versi akhir.
- Verifikasi kembali status jurnal sebelum mengirimkan artikel.
Dengan strategi tersebut, proses konversi menjadi lebih terarah dan tidak sekadar memindahkan teks dari tesis ke manuskrip.
Contoh Strategi Konversi Tesis
Bayangkan seorang mahasiswa memiliki tesis berjudul “Pengaruh Literasi Digital dan Kompetensi terhadap Kinerja UMKM dengan Inovasi sebagai Variabel Mediasi”.
Tesis tersebut memiliki banyak analisis dan pembahasan. Untuk artikel, penulis dapat memilih fokus pada mekanisme mediasi inovasi.
Judul artikel kemudian diarahkan pada hubungan antara literasi digital, inovasi, dan kinerja UMKM. Pendahuluan diperkuat dengan penelitian terbaru mengenai transformasi digital. Research gap diarahkan pada masih terbatasnya pemahaman mengenai bagaimana literasi digital diterjemahkan menjadi peningkatan kinerja melalui inovasi.
Hasil penelitian kemudian dipilih berdasarkan model mediasi. Pembahasan tidak hanya menyebutkan bahwa pengaruh signifikan, tetapi menjelaskan mekanisme hubungan tersebut dan membandingkannya dengan penelitian terdahulu.
Dengan pendekatan seperti ini, artikel mempunyai cerita ilmiah yang lebih jelas daripada sekadar meringkas seluruh isi tesis.
Persiapan Sebelum Submission
Sebelum artikel dikirim ke jurnal, lakukan pemeriksaan akhir dari dua sisi: kualitas ilmiah dan kepatuhan administratif.
Dari sisi ilmiah, pastikan research gap jelas, metode dapat dipahami, hasil akurat, pembahasan relevan, dan kontribusi penelitian dinyatakan secara spesifik.
Dari sisi administratif, periksa kembali format naskah, referensi, deklarasi konflik kepentingan, authorship, data availability jika diwajibkan, serta informasi lain yang diminta jurnal.
Jangan lupa memeriksa kembali status jurnal dan kebijakan submission. Jika jurnal meminta manuskrip yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya, pastikan artikel tesis memenuhi ketentuan tersebut.
Pendampingan dalam Mengembangkan Artikel
Mengubah tesis menjadi artikel jurnal, terutama untuk target jurnal internasional, membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan meringkas tulisan. Penulis harus mampu memilih kontribusi, memahami positioning penelitian, menyusun argumentasi, dan menyesuaikan naskah dengan target pembaca.
Jika masih kesulitan menentukan fokus artikel, memperbaiki struktur, mengembangkan pembahasan, memilih target jurnal, atau menyiapkan manuskrip sebelum submission, konsultasi akademik dapat menjadi pilihan.
Layanan seperti ruangjurnal.com dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pendampingan dalam proses pengembangan artikel ilmiah. Pendampingan yang baik seharusnya membantu penulis memahami kekuatan dan kelemahan manuskrip sehingga keputusan publikasi dapat dibuat secara lebih mandiri dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Biaya Publikasi Jurnal: Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan Mahasiswa S2?
Kesimpulan
Strategi mengubah tesis menjadi artikel untuk jurnal terindeks Scopus tidak berhenti pada mempersingkat jumlah halaman. Penulis perlu mengubah tesis menjadi manuskrip yang memiliki fokus, research gap, novelty, kontribusi, dan argumentasi ilmiah yang jelas.
Tahap pertama adalah menentukan temuan utama dan target jurnal. Selanjutnya, penulis perlu memperbarui literatur, menyusun ulang pendahuluan, meringkas metode, memilih hasil paling relevan, serta memperkuat pembahasan. Artikel juga harus disesuaikan dengan author guidelines dan kebijakan etika jurnal.
Pemilihan jurnal harus dilakukan secara kritis. Status indeksasi perlu diverifikasi, scope harus sesuai, proses peer review harus transparan, dan klaim penerbit harus dapat dibuktikan. Hindari jurnal yang menjanjikan acceptance secara instan atau menggunakan klaim indeksasi yang tidak jelas.
Yang tidak kalah penting, proses publikasi harus tetap menjunjung integritas akademik. Data tidak boleh dimanipulasi, penggunaan kembali teks dari tesis harus diperhatikan, authorship harus ditentukan berdasarkan kontribusi, dan seluruh penulis harus memahami tanggung jawabnya.
Pada akhirnya, tesis merupakan titik awal yang sangat berharga untuk menghasilkan artikel ilmiah. Dengan strategi yang tepat, penelitian yang sebelumnya hanya menjadi dokumen akademik dapat dikembangkan menjadi publikasi yang lebih fokus, relevan, dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitas ilmiah internasional.
Bagi Anda yang sedang mempersiapkan artikel ilmiah bidang teknik, membutuhkan bantuan analisis data, proofreading akademik, pengecekan similarity, penerjemahan artikel, pemilihan jurnal target, hingga pendampingan submit jurnal Scopus, layanan konsultasi akademik profesional dapat membantu meningkatkan kualitas manuskrip sekaligus memperbesar peluang publikasi pada jurnal bereputasi internasional.










