Sering kali, saya mendengar sesama peneliti mengatakan bahwa mereka tidak dapat menemukan literatur yang relevan dengan topik penelitian mereka. Menariknya, apakah itu berarti mereka melakukan sesuatu yang sangat baru yang belum pernah dipikirkan, dicoba, dan akibatnya tidak pernah dilaporkan.
Katakanlah sekelompok peneliti merencanakan sebuah proyek untuk mengevaluasi efektivitas gabungan terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi seni pada anak-anak yang menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD). Peneliti melakukan pencarian ekstensif melalui literatur dan hanya menemukan beberapa artikel yang melaporkan keefektifan CBT dan terapi seni.
Lantas dari penelitian tersebut mereka merasa telah menemukan sebuah celah. Tapi, hampir tidak ada yang ditulis tentang hal itu dan itulah masalahnya. Tidak banyak literatur yang bisa dibaca atau dirujuk. Tentu ini menjadi salah satu hambatan penelitian mereka, jadi perlu cara yang tepat mengatasi kurangnya literatur. Nah, pada artikel kali ini akan dibahas cara untuk mengatasi kurangnya literatur dalam penelitian yang kerap kali menghambat peneliti.
Apakah Kurangnya Literatur Itu Nyata Adanya?
Sangat tidak lazim jika sebuah masalah penelitian sama sekali tidak berhubungan dengan literatur yang ada. Dalam keadaan normal, setiap penelitian bertunas dan tumbuh dari tepi bidang pengetahuan yang sudah ada. Namun, jika karena suatu hal Anda menemukan ide yang benar-benar baru dan orisinal, lalu literatur yang tersedia untuk topik Anda sangat terbatas. Bagaimana Anda melanjutkannya? Apa artinya jika Anda tidak dapat menemukan literatur yang relevan dengan penelitian Anda? Mungkin ada 5 alasan yang mendasari hal ini.
- Topiknya tidak terlalu menarik.
- Topiknya terlalu sempit dan sangat spesifik, serta menyelidikinya tidak terlalu penting.
- Data/hasilnya sensitif dan oleh karena itu disembunyikan atau dirahasiakan.
- Hasil dari penelitian ini negatif dan akibatnya tidak dipublikasikan.
- Strategi pencarian Anda tidak cukup kuat.
Hampir tidak ada yang bisa dilakukan dalam empat kasus pertama. Namun, untuk kasus kelima Anda masih dapat memikirkan solusinya kembali dan tentu saja data yang dibutuhkan memang harus ada di media cetak maupun online yang dituju. Meskipun bahasannya tidak langsung merujuk pada topik yang dimaksud, minimal ada sedikit pembahasan yang masih terkait dengan topik yang dicari. Masalah kurangnya literatur yang relevan pasti selalu ada jawabannya.
Selanjutnya, mari kita pikirkan beberapa literatur lain yang mungkin relevan dengan masalah penelitian kita. Misalnya saja Mengevaluasi efektivitas gabungan CBT dan terapi seni pada anak-anak yang menderita PTSD. Mungkin ada penelitian tentang efektivitas CBT dan terapi seni pada anak-anak untuk gangguan yang berbeda, terapi yang berbeda yang digunakan dalam mengobati PTSD, teknik evaluasi untuk anak-anak yang menderita PTSD, dan penelitian lain. Dengan ini Anda dapat meningkatkan protokol pencarian Anda dalam mengatasi kurangnya literatur dan juga bisa mendapatkan semua literatur yang relevan dengan topik penelitian Anda dengan cara:
- Perluas opsi pencarian Anda dengan menggunakan kata kunci yang tepat
- Gunakan operator Boolean untuk memperluas hasil pencarian Anda
Menjadi peneliti harus berpikir lebih luas tentang apa yang mungkin mereka butuhkan dan dapat mereka gunakan. Selain itu, cara mengatasi hambatan dalam penelitian juga bisa dilakukan dengan memetakan area yang mungkin terkait dengan pertanyaan penelitian.

Bagaimana Jika Saya Masih Belum Memiliki Literatur yang Cukup?
Jika semua strategi ini terbukti sia-sia, anggaplah untuk sementara waktu tidak ada literatur yang tersedia dan lanjutkan penelitian Anda. Namun, saat Anda bekerja di laboratorium, bereksperimen dan menyelidiki, Anda perlu terus mencari artikel yang relevan. Ada beberapa cara agar Anda mendapatkan literatur dengan cepat, yaitu:
1. Siapkan notifikasi peringatan untuk artikel baru pada topik-topik utama yang penting bagi topik penelitian Anda.
Beberapa basis data multidisiplin seperti Web of Science Core Collection dan Scopus menyediakan fitur untuk mengatur jenis-jenis peringatan email berikut:
- Peringatan email topik: Fitur ini membantu menemukan penelitian terbaru tentang topik yang Anda minati (berdasarkan kata kunci yang Anda gunakan).
- Notifikasi penulis: Notifikasi ini membantu mengidentifikasi penelitian terbaru yang diterbitkan oleh penulis tertentu.
2. Berlanggananlah untuk mendapatkan pemberitahuan daftar isi (TOC) dari jurnal-jurnal populer di bidang Anda.
Cara yang paling dapat diandalkan dan termudah untuk mendapatkan pemberitahuan daftar isi yang paling baru diterbitkan adalah dengan mengunjungi beranda jurnal. Anda juga dapat menggunakan layanan yang tersedia untuk memilih jurnal dan mengatur notifikasi peringatan. Sebagian besar jurnal menyediakan notifikasi dalam format RSS atau e-mail.
Bagaimana Anda Mengatasi Bukti yang Terbatas?
Kurangnya bukti atau literatur sangat berpengaruh dalam penelitian Anda. Mengapa penelitian perlu melakukan studi literatur? Literatur pada penelitian dapat dijadikan bukti penunjang mengenai penelitian yang Anda lakukan. Semakin relevan literatur yang Anda gunakan, Anda akan semakin terbantu dengan informasi di dalamnya. Lalu, bagaimana cara mengatasi kurangnya literatur?
1. Pelajari secara rinci apa yang tersedia
Memiliki sumber daya yang terbatas dapat menjadi keuntungan juga. Anda dapat mempertimbangkan untuk mendiskusikan makalah-makalah yang relevan secara lebih rinci. Hal ini hampir tidak mungkin dilakukan jika ada ribuan artikel yang harus disaring dan tentu Anda harus lebih selektif dalam memilihnya.
2. Lihatlah siapa yang telah mengutip artikel-artikel tersebut
Untuk beberapa makalah yang relevan, cari tahu siapa saja yang telah mengutip artikel-artikel tersebut. Anda mungkin bisa saja atau tidak bisa menemukan informasi yang relevan atau terkait. Namun, Anda mungkin bisa menemukan artikel yang lebih baru dan relevan.
Artikel-artikel tersebut bisa jadi merupakan artikel yang mungkin terlewatkan untuk Anda temukan dengan menggunakan pencarian kata kunci. Anda juga dapat mengikuti apa yang telah dipublikasikan oleh penulis makalah tersebut untuk mendapatkan lebih banyak wawasan.
3. Hubungkan pekerjaan Anda dengan gambaran besar
Apakah ada cara yang bisa Anda lakukan untuk menghubungkan pekerjaan Anda dengan masalah penelitian yang lebih luas? Apakah itu dengan berkontribusi pada sesuatu yang lebih besar? Sarankan bagaimana temuan-temuan tersebut mungkin penting untuk teori, praktik, pembuatan kebijakan, dan penelitian selanjutnya untuk meningkatkan penerapannya.
Pesan Penting
Naskah tidak pernah dinilai berdasarkan jumlah referensi. Referensi harus digunakan untuk mencerminkan keadaan di lapangan sebagaimana adanya. Meskipun jumlah referensi lebih sedikit, tetapi itu tidak masalah. Peneliti hanya perlu memastikan bahwa referensi tersebut relevan dan penting untuk mengembangkan konteks dan memvalidasi temuannya.
Jika Anda tidak menemukan banyak artikel yang terkait dengan topik Anda, hal ini dengan sendirinya merupakan refleksi yang berarti tentang status penelitian mengenai masalah penelitian yang sedang dipertimbangkan. Kurangnya literatur yang sudah ada dapat memberi Anda kesempatan untuk menjustifikasi mengapa pertanyaan penelitian Anda penting. Selain itu, hal ini juga menjadi alasan lain bagi akademisi lain untuk menunjukkan ketertarikannya pada karya Anda. Dan juga, jika banyak yang belum pernah melakukannya, itu berarti penelitian Anda dapat dipastikan keasliannya.
Beri tahu kami jika artikel ini membantu Anda mengatasi tantangan terkait literatur yang terbatas di bagian komentar di bawah! Anda juga dapat mengunjungi forum tanya jawab kami untuk pertanyaan yang sering diajukan terkait berbagai aspek penulisan dan penerbitan penelitian yang dijawab oleh tim kami yang terdiri dari para ahli di bidangnya, peneliti terkemuka, dan pakar publikasi.
Namun, anda juga dapat menghubungi Ruang Jurnal untuk mendapatkan asistensi pembuatan jurnal, jasa pembuatan jurnal, dan publikasi jurnal sinta maupun scopus. Hubungi admin ruang jurnal untuk mendapatkan informasi lengkapnya.










